UGM Batalkan Ceramah UAS, Dahnil Anzar: Pimpinan UGM Berlaku Bak Rezim Politik Anti Perbedaan

itoday - Pihak otoritas Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya membatalkan acara kuliah umum  yang sedianya menghadirkan dai kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS).

Kabab Hukum dan Protokol UGM, Iva Ariani, berdalih pihak kampus membatalkan acara UAS untuk menjaga keselarasan akademik dan kegiatan nonakademik dengan jati diri UGM.

Pembatalan itu disesalkan mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. “Saya sesalkan sikap UGM tersebut. Kampus telah kehilangan identitasnya sebagai "University" di mana, Kampus adalah rumahnya diversity (perbedaan, Keberagaman) pandangan lahir. Tempat di mana pikiran diadu. Pimpinan UGM telah berubah bak rezim politik yang anti perbedaan,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Menurut Dahnil, di kampus, jika tidak bersepakat dengan  satu pemikiran maka adu dengan pemikiran lain. Bukan, justru bertindak represif melarang intelektual (Ustadz) seperti Abdul Somad menyampaikan gagasannya di UGM.

“Terus terang sebagai salah satu orang yang hidup di kampus, tumbuh berkembang sebagai dosen dan peneliti, saya malu melihat laku anti pemikiran yang ditunjukkan oleh Pimpinan UGM terkait pelarangan terhadap Ustadz Abdul Somad, dan tentu juga sesalkan bila insan cendikia di sana diam terhadap laku tersebut,” tambah @Dahnilanzar.

Politisi Partai Demokrat Zara Zettira turut menyoal alasan penolakan UGM terhadap UAS. “SELARAS itu definisinya apa ya? Kitabnya sama sama AL QURAN,” tanya Zara di akun @zarazettirazr.

Penulis senior ini khawatir, UAS hanya boleh berdakwah di Sumatera dan Aceh saja. “Lama lama UAS hanya boleh berdakwah di Sumatera dan Aceh aja nih kayanya,” tulis @zarazettirazr.

Di sisi lain, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab, mempersilakan Rektorat UGM jika menolak kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS). Tapi, Mashuri tidak mau Rektorat lempar batu sembunyi tangan, meminta Takmir Masjid UGM yang menolak.

Menurut Mashuri, hingga kini Takmir Masjid Kampus UGM berkeinginan mengundang UAS menghadiri kuliah umum. Karenanya, jika mau menolak, Rektorat harus melakukan sendiri, jangan mengambinghitamkan Takmir Masjid UGM.

"Jangan paksa kami menolak, meminta kami menelepon UAS lalu menolak," tegas Mashuri seperti dikutip republika (09/10).

Komentar

Artikel Terkait