Tidak Gratis, Trump Minta Saudi Bayar untuk Pasukan Tambahan AS

itoday - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Arab Saudi, atas permintaannya, akan membayar penyebaran tentara tambahan di kerjaan Arab yang kaya minyak itu. Pasukan tambahan itu dikirim pasca serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September lalu.

"Kami mengirim lebih banyak pasukan ke Arab Saudi," kata Trump kepada wartawan.

"Arab Saudi, atas permintaan saya, telah setuju untuk membayar kami untuk semua yang kami lakukan untuk membantu mereka dan kami menghargai itu," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (12/10/2019).

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintahan Trump akan mengerahkan 3.000 pasukan tambahan serta sistem pertahanan udara ke Arab Saudi.

"Atas permintaan Komando Sentral AS, Menteri Pertahanan Mark Esper mengizinkan penyebaran pasukan AS tambahan dan peralatan berikut ke Kerajaan Arab Saudi: Dua skuadron tempur; satu Sayap Ekspedisi Udara (AEW); dua baterai Patriot; satu Terminal; Sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi (THAAD)," kata juru bicara Departemen Pertahanan Jonathan Hoffman dalam pernyataan itu.

Serangan pesawat tak berawak ke dua pabrik minyak Saudi Aramco, di Abqaiq dan Khurais, dilakukan pada 14 September. Karena kerusakan signifikan yang terjadi pada fasilitas, produksi sekitar 5,7 juta barel minyak mentah per hari ditangguhkan, terhitung lebih dari setengah dari total produksi harian Arab Saudi.

Meskipun kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, AS dan Arab Saudi telah menyalahkan Iran. Namun Teheran membantah berperan dalam insiden itu.

Komentar

Artikel Terkait