Politisi PSI Sebar Hoax “PNS Like Hate Speech Dipecat”, Kriminolog: Kalo Saya Sudah Diborgol!

itoday - Kriminolog Mustofa Nahrawardaya mempertanyakan tidak adanya tindakan hukum terhadap aktivis sosial media yang disebut-sebut sebagai buzzer penguasa,  yang jelas-jelas sering menyebarkan berita bohong di sosmed.

Sejumlah akun disebut oleh aktivis Muhammadiyah ini. Yakni, @Dennysiregar7, @yusuf_dumdum,  @OneMurtadha, dan @eko_kuntadhi. Akun @Dennysiregar7 sempat menyebarkan komunikasi group WA palsu “anak STM”.

Belakangan, akun @eko_kuntadhi, milik mantan wartawan Eko Kuntadhi menyebarkan informasi hoax soal  pelaporan PNS penyebar hate speech ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Jika chat “STM” itu hoax, berarti tercatat di TL, sdr @Dennysiregar7 dan @yusuf_dumdum dan  @OneMurtadha PENYEBAR HOAX. Kini nambah satu, sdr @eko_kuntadhi juga terbukti penyebar HOAX.  Permasalahannya, kenapa mereka tidak ditindak?,” tulis Mustofa di akun Twitter @TofaGarisLurus.

Hoax soal pelaporan PNS penyebar ujaran kebencian ke BKN, ini disebarkan akun-akun yang dikenal sebagai pendukung penguasa. Salah satu akun yang menyebar hoax itu adalah akun @Uki23, milik juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi. 

@Uki23 turut menyebarkan poster pelaporan PNS hate speech itu. @Uki23 mencabut postingannya setelah akun resmi BKN, @BKNgoid menegaskan bahwa PNS hate speech bukan “urusan” BKN.

“Screenshot di bawah ini bukan berasal dari BKN. Pembinaan PNS tanggung jawab Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing. Salurkan kepada PPK jika ada PNS yang dianggap melanggar tata nilai & tata perilaku. Jangan curhat ke mimin, apa lagi marah-marah pada mimin.  #BKNSemangatUntukNegeri,” tulis @BKNgoid.

@Uki23 pun mencabut cuitannya: “Membalas @patihtertatih dan @BKNgoid. Mohon maaf, terima kasih info nya. Saya akan hapus segera.”

Mustofa pun kembali menyoal upaya @Uki23 yang kemudian menghapus cuitan hoaxnya tanpa ada tindakan hukum. “Aman. Coba kalau saya yang ngehapus tweet. Udah dipakein borgol dan diajak melewati kerumunan media,” tulis @TofaGarisLurus.

Tak mau kalah, @Uki23 menanggapi pernyataan @TofaGarisLurus. “Mencoba ambil momen untuk melakukan pembenaran atas hoaxmu yang dulu ya, dengan dalih keadilan? Cuitanmu tergolong hoax yang memfitnah. Cuitanku adalah misinformasi himbauan untuk melaporkan ke BKN apabila ada ASN terindikasi radikalisme, yang belakangan ketahuan bukan dari BKN,” tulis @Uki23. @Uki23 menyertakan capture tulisan bertajuk “Mustofa Nahra Tersangka Hoax, Bareskrim: Cuitannya Bikin Onar” yang dirilis detik.com (26/05/2019).

Komentar

Artikel Terkait