Eks Dirut PLN Bebas, Budayawan: Inilah KPK Generasi 4.0! Padahal Dewan Pengawas Belum Ditunjuk

itoday - Mantan Dirut PLN Sofyan Basir divonis bebas murni oleh Hakim Tipikor dalam perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

"Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua jaksa penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim Tipikor Hariono, di Pengadilan Tipikor Jakarta (04/11).

Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pihak. Keputusan itu sekaligus membuktikan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang sempat menegaskan bahwa jika KPK sudah menjadikan seseorang terdakwa maka tidak akan bebas.

Budayawan Mpu Jaya Prema mengingatkan kembali pernyataan Mahfud MD itu. “Mantan Direktur PLN Sofyan Basir bebas murni di sidang Tipikor. Ingat ucapan Pak Mahfud yang kini Menkopolhukam, kalau KPK sudah menjadikan terdakwa tak akan bisa bebas. Inilah KPK generasi 4.0 padahal Dewan Pengawas belum ditunjuk presiden,” sesal Mpu Jaya Prema di akun Twitter @mpujayaprema.

Pengamat politik LIPI Muhammad AS Hikam menegaskan keputusan itu akan membuat koruptor sumringah atau senang. “Mantan Dirut PLN, Sofyan Basir, divonis BEBAS oleh Hakim tipikor Jakarta. Koruptor dan poliyo SUMRINGAH. Bukti pelemahan KPK SUKSES?,” tulis AS Hikam di akun @mashikam.

Anggota Komisi III DPR FPDIP Arteria Dahlan pun langsung bereaksi. Arteria meminta penyidik dan jaksa penuntut KPK lebih hati-hati untuk melakukan penegakan hukum. 

Arteria meminta KPK memulihkan kembali hak dan kehormatan Sofyan Basir. Sebab, Sofyan telah menjalani proses penegakan hukum yang dilakukan KPK.

"Yang ada di depan mata kami juga meminta betul untuk KPK memulihkan kembali hak-hak harkat martabat dan kehormatan Sofyan Basir. Karena sebagaimana kita ketahui beliau kan enggak mau, enggak suka, atau nggak suka sudah juga tunduk kepada hukum negara yaitu menjalani proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK," tegas Arteria.

Di sisi lain, aktivis anti korupsi Emerson Yuntho mengingatkan semua pihak agar tidak gembira dulu dengan vonis Sofyan Basir. “Jangan gembira dulu kalau divonis bebas di pengadilan tipikor tingkat pertama, ketika JPU KPK kasasi biasanya terdakwa akan divonis bersalah plus dipenjara!,” tulis Emerson di akun @emerson_yuntho.

Terkait vonis hakim Tipikor pada Sofyan Basir, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengaku pihaknya akan berdiskusi dahulu dengan Jaksa Penuntut Umum sebelum memutuskan langkah hukum lanjutan termasuk banding.

"Ya kan permohonan banding itu perlu waktu. Punya waktu antara sehari, dua hari, tiga hari. Biasanya jaksa-jaksanya datang ke kantor dulu untuk itu pasti mereka ambil sikap pikir-pikir," kata Laode M Syarif  (04/11).

Komentar

Artikel Terkait