AS Jatuhkan Sanksi pada Putra Khamenei, Kado Pahit Revolusi Iran

itoday - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada sembilan penasihat politik dan militer Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, termasuk putra Khamenei. Sanksi yang juga dijatuhkan pada beberapa cabang militer Teheran itu menjadi "kado pahit" peringatan Revolusi Islam Iran yang ke-40.

Penjatuhan sanksi diumumkan hari Senin, bertepatan dengan peringatan 40 tahun krisis penyanderaan para diplomat Amerika ketika para pendukung revolusi Islam Iran mengambil alih kedutaan Amerika di Teheran pada tahun 1987. Saat itu, lusinan diplomat dan warga AS disandera selama 444 hari.

"Tindakan ini semakin membatasi kemampuan Pemimpin Tertinggi untuk melaksanakan agendanya tentang teror dan penindasan," kata Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (5/11/2019).

Putra Khamenei yang dijatuhi sanksi AS itu bernama Mojtaba Khamenei. Dia selama ini digambarkan pemerintah Amerika sebagai "kepala peradilan Iran".

Beberapa jam setelah sanksi diumumkan secara resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan langkah itu adalah contoh dari pendekatan intimidasi Amerika Serikat.

Komentar

Artikel Terkait