Pemikir Islam: Radikalisme Cuma Drama, Selama “yang Halalkan Darah Demonstran” Belum Ditangkap!

itoday - Rencana Menag Fachrul Razi terkait pelarangan ASN bercadar dan bercelana cingkrang, berbuntut panjang. Narasi radikalisme yang cenderung mengarah ke kelompok mayoritas itu berbuah kecaman dari banyak kalangan. Tak kurang, desakan agar Presiden Joko Widodo mencopot Fachrul pun bergaung.

Di sisi lain, tidak sedikit pihak yang mendukung langkah-langkah Fachrul, meskipun belakangan berbuntut polemik. 

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menegaskan, penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag terkait visi besar Jokowi melawan radikalisme.

"Fachrul Razi dengan latar militer punya kapasitas untuk itu. Harapan-harapan itulah yang membuat kita tersenyum, meski sempat mengagetkan. Setelah ditelusuri lebih dalam, ada visi besar tentang agenda besar merespon dinamika radikalisme agama di Indonesia," beber Boni dalam diskusi bertajuk 'Radikalisme atau Manipulasi Agama?' di Jakarta (04/11).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta Kemenag agar fokus pada persoalan lain  yang lebih penting dibandingkan persoalan mengenai cadar dan celana cingkrang. "Lebih baik diutamakan mengurus madrasah-madrasah yang masih tertinggal, guru-guru diniyah yang gajinya di bawah UMR atau persoalan lain yang lebih substantif dalam kaitannya dengan pembinaan masyarakat,"  tegas Mu’ti.

Senada dengan Abdul Mu’ti, senator DKI Jakarta Fahira Idris juga menegaskan bahwa radikalisme bukanlah persoalan atau ancaman utama di Indonesia.

“Persoalan utama negeri ini adalah tanda petik “Radikalisme Ekonomi”. Ancaman nyata kita itu: gejala resesi ekonomi dunia, perang dagang, dan kondisi global yang kian tak tentu,” tegas Fahira dalam kultwit panjang di akun Twitter @fahiraidris.

Pernyataan keras terkait radikalisme dilontarkan pemikir Islam Akmal Sjafril. Akmal menyinggung   salah satu publik figur yang sempat “menghalalkan” darah demonstran. Menurut Akmal, narasi soal bahaya radikalisme cuma drama, selama tokoh yang dimaksud belum ditangkap.

“Semua omongan soal bahaya radikalisme, takfiri, itu cuma DRAMA selama 'ustadz' yang menghalalkan darah demonstran dan masih perokok berat itu belum ditangkap. Jangan tanya buktinya, video beredar kemana-mana kok,” tulis Akmal di akun @malakmalakmal.

Komentar

Artikel Terkait