Politisi PDIP Fitnah dan Polisikan Novel Baswedan, Ecosocrights: Partai ini Jadi Buta Karena Berkuasa!

itoday - Politisi PDIP Dewi Tanjung melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya dengan tudingan bahwa penyiraman air keras yang menimpa Novel pada 2017 itu adalah rekayasa.

Dewi melaporkan Novel dengan dasar hukum dugaan pelanggaran Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Institut Ecosoc Rights memberikan catatan terkait kengototan Dewi Tanjung melaporkan Novel. “Karena radikal berantas korupsi, Novel kehilangan matanya. Karena radikal bela koruptor, partai ini kehilangan mata hatinya. Novel jadi buta karena berani mengusik kepentingan "penguasa", partai ini jadi buta karena berkuasa,” demikian penilaian Ecosoc Rights melalui akun Twitter @ecosocrights.

Pengamat sosial media Damar Juniarto menilai, Dewi Tanjung salah mencantumkan pasal pengaduan Novel Baswedan. “Barusan baca berita Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke polisi. Saya cek pasal yang dipakai, keliatannya hampir semua mungkin salah cantumkan pasal. Cek lagi yo, lur!,” tulis Damar di akun @DamarJuniarto.

Putri almarhum KH Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, turut mengingatkan semua pihak untuk menahan diri percaya narasi rekayasa soal Novel yang beredar.

 “Twips, kalau tak punya info sumber A1 tentang peristiwa siraman air keras Novel Baswedan, ada baiknya menahan diri dari percaya narasi rekayasa yang beredar. Agar tidak berdosa ikut menindas orang yang telah teraniaya, bila nanti twips temukan tuduhan itu salah,” tulis Alissa Wahid di akun @AlissaWahid.

Kendati sejumlah pihak sudah membeberkan fakta soal Novel, salah satunya tim investigasi Tempo, pihak-pihak yang dianggap menebar rekayasa itu tetap ngotot menuding Novel. Bahkan ancaman laporan balik dari organisasi karyawan KPK tidak digubris.

Akun @TheArieAir yang getol menyebar tudingan rekayasa Novel menanggapi rencana pelaporan itu. “Pegawai KPK Siap Laporkan Akun Medsos Tuduh Novel Baswedan Rekayasa. Kami sekecamatan menyatakan: BODO AMAAATTTTT..................,” tulis @TheArieAir.

Akun milik Arie Dirgantara ini menambahkan: “Motif rekayasa politik mungkin ga? why not, wong banyak argumen pendukungnya. Sso buktikan saja.”

Geram dengan narasi yang terus dikembangkan sejumlah akun anonim itu, wartawan senior Adwi Prasetyo menantang para pemfitnah Novel untuk debat terbuka. “Novel Baswedan dituduh merekayasa penyiraman air keras yang menimpanya 11 April 2017 silam. Sebagai jurnalis yang meliput dan mengikuti perjalanan kasus ini, saya tantang siapapun penuduhnya untuk debat terbuka. Biar nggak satu arah keseruannya. Fair dong,” tantang Tyo di akun @adwi_prasetyo.

Komentar

Artikel Terkait