Tokoh Liberal Fitnah Anies: Cabut Atap JPO untuk Alihkan Perhatian Rencana Garong Anggaran DKI

itoday - Kritik yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih dahsyat ketimbang kritik kepada Joko Widodo. Setiap kebijakan ataupun sikap Anies Baswedan hampir selalu berujung kritik dan nyinyiran di sosial media.

Pemikir Islam Ustadz Haikal Hassan mencermati serangan-serangan yang diarahkan kepada Anies. Ustadz Haikal tidak membandingkan kritik ke Anies dengan kritik ke Jokowi, tetapi dengan gubernur lain di Indonesia.

“Ada 34 orang gubernur, hanya Anies yang diserang. Sampai di sini paham kenapa?,” tanya Ustadz Haikal di akun Twitter @haikal_hassan.

Bahkan kini, Anies diserang para buzzer dengan isu pembongkaran atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman Jakarta.

Presenter kondang Pandji Pragiwaksono mencoba meluruskan pandangan negatif para buzzer terkait JPO Sudirman itu. 

“Bantu gue berpikir dong. JPO yang dicabut atapnya ini kan nyebrangin orang dari trotoar ke trotoar. Persis zebra cross tapi di atas jalan. Fungsinya sama dengan trotoar. Gue dan semua orang yang jalan kaki & naik transportasi umum, ga ngomel trotoar ga ada atap. Kenapa yang ini jadi masalah?,” tanya Pandji di akun Twitter @pandji.

Komentar @pandji itu menanggapi pendapat Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus yang mendesak agar JPO tersebut sebaiknya dirobohkan saja dan diganti dengan zebra cross yang lebih bermanfaat bagi semua orang. 

"Pejalan kaki kan bukan hanya kita yang sehat, tapi ada juga yang berkebutuhan, seperti lansia, penyandang disabilitas, lalu anak-anak yang ototnya baru tumbuh. Nah, itu yang harusnya dipikirkan,"  tegas Alfred Sitorus seperti dikutip republika (07/11).

“Kalau gitu trotoar juga bongkar aja. Zebra Cross. Pelican Crossing juga. Pokoknya apapun yang dipake pejalan kaki untuk berjalan kaki selama ini, ilangin aja. Kalau alasannya adalah tidak berguna kalau hujan (ataupun panas),” tambah @pandji.

Cuitan @pandji itupun berbuah cacian dari netizen yang selama ini dikenal sebagai buzzer penguasa. Aktivis liberal Akhmad Sahal meminta Pandji untuk bicara masalah anggaran DKI yang juga jadi isu publik.

“Pertama, atap JPO yang sudah ada  berguna kok dicabut. Itu mubazir, dan mubazir itu kawannya Syaithon. Kedua, mak bedunduk nyabut atap JPO adalah pengalihan perhatian publik dari rencana nggarong besar-besaran anggaran DKI. Bantu gue berpikir, kenapa kamu sama sekali mingkem soal ini?,” tulis Sahal di akun @sahaL_AS.

Komentar

Artikel Terkait