Pakar Lingkungan: Bodoh! AMDAL dan IMB tak Hambat Investasi, Justru Tingkatkan Kualitas Investasi

itoday - Wacana penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), demi mempercepat investasi dalam negari yang dilontarkan Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil berbuah kecaman.

"Hal itu dimungkinkan karena terdapatnya kesamaan substansi yang diatur di dalam kedua dokumen itu (IMB dan AMDAL)," tegas Sofyan Djalil dalam diskusi wacana penghapusan IMB dan Amdal di Jakarta  (08/11).

Direktur Eksekutif (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Walhi Jawa Barat Meiki Pendong menyatakan Walhi menolak penghapusan dokumen Amdal dan IMB. Meiki menegaskan, penghapusan keduanya bakal memperbesar potensi perusakan lingkungan atas nama investasi. 

“Saya masih belum bisa mengerti kenapa bisa sampai muncul wacana penghapusan itu? Ancaman perusakan lingkungan bakal semakin nyata,” kata Meiki seperti ditulis pikiran rakyat (11/19).

Mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra Negara juga menentang wacana Menteri ATR/BPN itu. “Pembangunan tanpa Amdal sama seperti operasi plastik idung... idungnya mancung tapi ga sehat, lama-lama idung meletoy,” tulis Dicky di akun Twitter @dikychandra_.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, turut mempertanyakan wacana itu, mengingat banyak hal positif jika Amdal dan IMB diterapkan dengan sungguh-sungguh.

“Saya masih bingung tentang ide menghilangkan Amdal untuk izin investasi, padahal dalam Amdal dianalisis dampak tentang : 1) kerusakan lingkungan fisik, 2) pengaruh terhadap biota, 3) sosial-budaya, 4) dampak ekonomi, 5) dampak terhadap masyarakat setempat. Apakah semua itu akan diabaikan?,” tulis Said Didu di akun @msaid_didu

Semestinya, yang harus dibereskan adalah pejabat atau ASN “nakal” di bagian perizinan, IMB dan Amdal. Pendapat ini disampaikan praktisi perbankan Erna Sitompul. 

“IMB dan Amdal Akan Dihapus dari Syarat Perizinan Investasi. Wajib amdal saja, banyak perusahaan yang merusak lingkungan sekitar dengan limbahnya. Konon lagi ditiadakan. Yang harus dibereskan itu, pejabat/ASN yang nakal di bagian perizinan ini. Reward & punishment,” tegas Erna di akun @erna_st.

Pernyataan keras dilontarkan pakar tata kota dan lingkungan Marco Kusumawijaya. Menurut Marco, Amdal dan IMB tidak menghambat investasi, tetapi justru meningkatkan kualitas investasi.

“AMDAL dan IMB tidak menghambat, melainkan MENINGKATKAN KUALITAS investasi! Dasar tolo*!,” tegas Marco di akun @mkusumawijaya.

Komentar

Artikel Terkait