PSI Minta MUI Pindah ke Arab, Pengamat: PSI Menghina Wapres Kiai Maruf Amin?

itoday - Polemik himbauan MUI Jawa Timur agar umat Islam cukup mengucapkan salam agamnya saja, tak kunjung mereda.

Bahkan tokoh NU yang juga Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) KH Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril mendesak Presiden Joko Widodo untuk membubarkan MUI.

Menurut Gus Nuril, jika MUI mengharamkan ucapan salam umat Islam kepada saudara non Muslim,  berarti MUI menjadi biangnya perpecahan bangsa dan negara. Hal itu disampaikan Gus Nuril dalam video pendek yang beredar di sosial media.

Senada dengan Gus Nurul, tokoh liberal yang juga politisi PSI Muhammad Guntur Romli meminta oknum penebar kebencian yang mengatasnamakan diri sebagai MUI Jatim pindah negara jika tak mampu menghormati keberagaman.

"Nah yang mengatasnamakan MUI Jatim tapi malah menyebarkan kecurigaan, mau menang sendiri, tidak mau arif melihat asas keindonesiaan, sebaiknya pindah ke Saudi Arabia saja, bisa bikin fatwa suka-suka," kata Guntur Romli seperti dirilis gelora (11/11).

Di sisi lain, pemerhati sosial yang juga konsultan bisnis Utuh Wibowo mengingatkan Guntur Romli yang meminta MUI pindah ke Arab. Menurut Utuh, pernyataan Guntur secara tidak langsung menghina Wapres KH Maruf Amin, yang juga tokoh MUI.

“Secara tak langsung menghina Wapres nih ceritanya PSI?,” tulis Utuh di akun Twitter @UtuhWibowo, mengomentari tulisan bertajuk “Imbauan MUI soal Salam Lintas Agama, PSI: Pindah ke Arab Saja, Bisa Bikin Fatwa Suka-suka”.

Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain turut mengomentari polemik “salam lintas agama” tersebut. Menurut Ustadz Tengku, umat non Muslim bebas mengucapkan salam menurut agamanya masing-masing, tanpa memakai salam Umat Islam. Sehingga menjadi aneh jika ada pihak-pihak  yang marah dengan himbauan MUI Jawa Timur.

“MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa larangan Umat Islam mengucapkan salam dengan cara agama lain, cukup dengan cara salamnya Umat Islam saja. Kenapa banyak orang luar marah dan protes? Anehnya yang ngaku Umat Islam juga ikut-ikutan keberatan? Silakan umat lain ucapkan salam Mereka, bukan kita,” tulis Ustadz Tengku di akun @ustadtengkuzul

“Menjadi aneh jika MUI Jawa Timur menghimbau umat Islam agar mencukupkan salam agamanya sendiri, kok orang di luar Islam marah, tersinggung, keberatan, apalagi komentar miring. Padahal mereka bebas mengucapkan salam mereka sendiri, tanpa mesti memakai salamnya umat Islam...Paham?,” tambah @ustadtengkuzul.

Komentar

Artikel Terkait