Ruhut Sitompul Nyinyir ke MUI, Pemikir Islam: Boleh dan Wajib Bersikap Keras pada Ruhut dan Ernest!

itoday - Politisi yang juga pengacara kondang Ruhut Sitompul kembali “lompat pagar”, yakni mengurusi keyakinan lain. Kali ini Ruhut meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah untuk tidak bikin pernyataan-pernyataan yang “lucu”, salah satunya soal bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

“Sudahlah MUI di daerah-daerah tidak usah bikin pernyataan-pernyataan yang lucu-lucu Aku tertawa termehek-mehek, terahir pernyataan yang melakukan bom bunuh diri di Polresta Medan tidak punya agama ha ha ha Siapa yang nanya agamanya ? Silahkan lihat rekam jejaknya saja rakyat sudah Cerdas MERDEKA,” tulis Ruhut di akun Twitter @ruhutsitompul.

Cuitan @ruhutsitompul itu mengomentari sikap MUI Sumatera Utara yang menyebut pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan (13/11), tidak memiliki agama. 

Sekretaris Umum MUI Sumut, Ardiansyah menegaskan, apapun agamanya, tidak ada yang mengajarkan perbuatan jahat termasuk bunuh diri dan sampai melukai orang lain.

"Terkait dengan itu, MUI Sumut berharap pihak terkait tidak memberikan komentar apa pun tentang pelaku dan motifnya sebelum semua itu terbukti nyata," ujar Ardiansyah seperti dikutip republika (14/11).

Pemikir Islam Eddy Effendi meminta agar Ruhut cs tidak mencampuri urusan agama lain. “Orang kafir seperti Ernest, Ruhut, Ferdinand, kok benci sekali ke orang-orang Islam dan ke Islam? Ada apa? Kalian kafir tetaplah kafir. Urus agama kalian. Jangan masuk ke wilayah Islam,” tegas Edy di akun Twitter @eae18.

Tak hanya itu, pakar komunikasi publik ini berpendapat bahwa siapapun boleh dan wajib bersikap “keras” kepada orang-orang seperti Ruhut. Eddy menyebut politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean dan sineas muda Ernest Prakasa.

“Orang-orang kafir seperti Ernest, Ruhut, Ferdinand, kerjanya cuma hina Islam. Bersikap keras ke mereka, boleh dan wajib,” tegas @eae18.

Uniknya, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Yusuf Leonard Henuk turut mengomentari sikap MUI Sumut dengan menuding MUI Sumut telah menyebarkan hoax.

Yusuf L Henuk yang selama ini dikenal sebagai loyalis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini juga menuding Republika menebar hoax, terkait kutipan pernyataan Sekum MUI Sumut, Ardiansyah.

“Terbukti MUI Sumut dan @republika sebar berita hoakz, karena @poldasumut  BURU GURU NGAJI PELAKU BOM BUNUH DIRI DI MEDAN BERAGAMA ISLAM JADI PUNYA GURU NGAJI AGAMA ISLAM (vivanews.com). Malulah MUI Sumut dan @republikaonline sebar berita hoaks ada umat tak beragama di Indonesia,” tulis Yusuf L Henuk di akun @ProfYLH.

Komentar

Artikel Terkait