MS Kaban: Ahok di BUMN Percepat Anjloknya Kepercayaan pada Jokowi, Beban Rakyat Berlanjut!

itoday - Mengapa Menteri BUMN Erick Thohir memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi salah satu direktur utama BUMN? Apakah tokoh lain tidak ada lagi?

Pertanyaan besar itu bergelayut di benak publik. Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Ires) Marwan Batubara pun membeberkan alasan Ahok tidak pantas duduk di kursi dirut BUMN.

Menurut Marwan, bukan hanya tidak layak menjadi pimpinan BUMN, mantan Gubernur DKI Jakarta itu malah lebih pantas ditahan karena berbagai dugaan kasus yang membelitnya.

“Ahok lebih pantas ditahan ketimbang diberi jabatan. Apa istimewanya Ahok? Indonesia punya ratusan bahkan ribuan anak bangsa yang bisa dan siap pimpin BUMN, yang lebih kredibel," tegas Marwan seperti dikutip rmol (14/11).

Marwan menegaskan, ada ketentuan di BUMN, yaitu calon direksi dan komisaris BUMN harus memiliki nama bersih, tidak bermasalah secara hukum, dan tentu figur yang kredibel. "Selanjutnya, bangsa ini akan ditertawakan oleh negara-negara lain, sudah jelas ini orang (Ahok) secara hukum bermasalah, terus masih dikasih jabatan," ungkap Marwan.

Ketua Presidium Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia, MS Kaban, memberikan catatan terkait posisi Ahok di BUMN. Menurut MS Kaban, penunjukkan Ahok di BUMN akan mempercepat penurunan kepercayaan rakyat pada Presiden Joko Widodo yang terus mengalami degradasi.

“Tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi mengalami degradasi terlihat dari menurunnya angka/indikator ekonomi. Pengangkatan atau penunjukkan Ahok di BUMN akan menambah percepatan penurunan kepercayaan terhadap Presiden. Bagi presiden ini bukan beban beliau, cuma beban rakyat berlanjut,” tegas Kaban di akun Twitter @hmskaban.

Jika MS Kaban melihat efek negatif Ahok di BUMN pada Jokowi, Mantan jubir Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi, melihat dari sisi Erick Thohir. Tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menilai, dengan menunjuk Ahok, Erick Thohir telah menggali kuburannya sendiri.

“Entrepeneur muda Erick Tohir semula diharapkan mampu sehatkan BUMN. Tapi langkah pertamanya maksakan diri ajak Ahok yang masalahnya numpuk di KPK (pembelian bus TransJak, RS Sumber Waras, dll) yang saat pimpin DKI paling sangar gasak rakyat, ini bikin Erick seperti gali kuburannya sendiri,” tulis Adhie Massardi di akun @AdhieMassardi.

Adhie juga menampik narasi bahwa isu Ahok dipakai untuk menutup isu merosotnya perekonomian Indonesia. 

“Nutup isu ekonomi. Ada yang ngira Ahok dan isu gaduh lain-lain diangkat buat nutup isu merosotnya perekonomian. Saya bilang: Bukan. Ini 99% ketidakpahaman. Coz ekonomi nasional merosot bukan isu. Ini fakta. Ibarat anak lapar nangis, tak bisa diredam orangtuanya dengan merebus atau menggoreng batu!,” tulis @AdhieMassardi.

Komentar

Artikel Terkait