Sosiolog: Fahri Hamzah Mati-matian Dukung Ahok, Partai Gelora Akan Miskin Dukungan Suara

itoday - Pro kontra penolakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduduki kursi petinggi BUMN menuju anti klimaks. Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang awalnya getol membuka borok Ahok, kini mendukung terpidana penghinaan agama itu.

"Kalau soal talenta, saya mengatakan BUMN itu memerlukan saudara Ahok. Karena ada beberapa institusi di BUMN itu yang memerlukan orang keras, orang tegas," kata politikus Partai Gelora ini dalam program “Aiman” di KompasTV (18/11) malam.

Fahri mengakui Ahok memiliki keprofesionalan dan talenta untuk mengurus perusahaan pelat merah. Bahkan, Fahri menyebut sejumlah perusahaan di BUMN, yang banyak dituduh korupsi, butuh sosok seperti Ahok.

Perubahan sikap Fahri Hamzah pada sosok Ahok itu mengundang cibiran dari banyak pihak. Sikap Fahri itu dinilai akan menggembosi perolehan suara Partai Gelora.

Sosiolog Musni Umar menilai, sikap Fahri Hamzah yang mendukung Ahok masuk di BUMN akan membuat Partai Gelora kehilangan suara pemilih.

“Dalam buku saya "Demokrasi dan Parpol di Persimpangan Jalan" yang akan diluncurkan akhir atau awal tahun 2020 proyeksi saya dalam buku tersebut Partai Gelora bisa dapat dukungan suara yang lumayan. Tetapi sikap FH dukung mati-matian Ahok, dan tidak konsisten akan terjadi sebaliknya,” tulis Musni Umar di akun Twitter @musniumar.

Pengamat sosial Fahrie Fahrial berharap Fahri Hamzah hemat bicara dan tidak membuat gaduh, sehingga akan kontraproduktif dengan dasar didirikannya Partai Gelora.

“Sebagai seorang pendiri partai baru yang masih perlu perjuangan yang panjang untuk bisa eksis di kancah politik nasional seharusnya @Fahrihamzah hemat bicara dan tidak membuat gaduh sehingga membuat blunder terhadap apa yang akan diperjuangkannya,” tulis Fahrie di akun @Fahrie_fahrial.

Secara tegas Fahrie menyatakan, dengan blunder statemen Fahri Hamzah yang bela Ahok akan membuat Partai Gelora seperti bunga yang layu sebelum berkembang.

“Dengan blundernya statemen @Fahrihamzah yang bela Ahok membuat calon Partai Gelora bagaikan bunga yang layu sebelum berkembang,” tambah @Fahrie_fahrial.

Komentar

Artikel Terkait