Setelah Agnez Mo, Guru Besar UI ini Tebar Isu Kost SARA di Malang! Pemilik Kost: Anda Bohong Besar!

itoday - Guru besar sosiologi Universitas Indonesia Tamrin Tomagola menebarkan kabar berbau SARA yang belum terklarifikasi. 

Di akun Twitter @tamrintomagola, Tamrin mengabarkan bahwa temannya kesulitan mencarikan kost puterinya yang diterima di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur. Alasannya, semua tempat kost yang disambangi menolak karena beda agama.

“Dear teman-temen yang ada di Malang, bisakah tolong bantu carikan tempat kost buat puteri teman saya yang beragama Katholik yang keterima di Universitas Brawijaya Malang. Tempat-tempat kost yang sudah disambanginya menolak menerima puteri teman saya ini dengan alasan: hanya menerima Muslimah!,” tulis @tamrintomagola.

Ironisnya, kabar yang belum jelas itu disambut netizen dengan pernyataan-pernyataan yang terkesan memperkuat isu yang dilontarkan Tamrin Tomagola.

Bahkan, puteri Gus Dur, Alissa Wahid menambahkan bahwa eksklusivisme agama bukan hanya soal kost, tetapi di segala ruang.

“Twit Pak @tamrintomagola soal kos-kosan khusus 1 agama adalah hasil ideologi eksklusivisme agama. Hanya mau berkumpul sesama agama, demi rasa nyaman. Bukan hanya soal kos, tapi di segala ruang. Ini riil. Jadi apa yang bisa (bukan harus) kita lakukan, twips?,” tulis Alissa di akun Twitter @AlissaWahid.

Belum lagi tokoh agama Ferry Maitimu yang membandingkan penolakan itu dengan sikap agama lain. “Puji Tuhan, di Kristen gak ada kayak gitu,” tulis Ferry di akun @FerryMaitimu membalas cuitan @tamrintomagola.

Salah satu pemilik kost di sekitar Univ Brawijaya membantah kabar yang disampaikan Tamrin Tomagola. “Anda bohong besar !! Saya punya rumah kost di JL. Jakarta dalam no 159, 1Km dari kampus Univ. Brawijaya. Dan, saudara-saudara Muslim saya yang lain di sekitar lingkungan saya masih banyak lagi yang sama sekali tidak membedakan agama untuk menerima kost.  Silahkan chek. Bila perlu DM saya,” tulis akun @aRdy_Network

Admin akun @jayapuraupdate turut membantah kabar yang tak jelas itu. “Setau admin yang bekas dari sana..  daerah sekitar Unibraw termasuk ITN dan STAIN..  itu termasuk terbuka untuk siapa saja…  dan Malang pada umumnya.. sampe sekarang..  mungkin kurang lincah saja carinya.. kalau memang perlu hubungi KMK UB saja.. nanti biar anak-anak di situ yang bantu cari,” tulis @jayapuraupdate.

Setelah netizen asal Malang membantah cuitan @tamrintomagola, Ketua Junior Doctors Network of Indonesia (JDNI) Andi Khomeini Takdir Haruni mendesak Tamrin Tomagola untuk segera mengklarifikasi kabar berbau SARA itu. “Info ini kan udah dibantah rame-rame netijen akal sehat. Gak ada koreksian gitu?,” tulis Andi di akun @dr_koko28.

Tamrin hanya mengabarkan bahwa puteri temennya itu sudah mendapatkan tempat kost. “Teman saya itu janji nanti malam baru dia nelpon saya.. Sekarang dia masih presentasi di Rapat UI. Segera akan saya kabarkan sesudah teman saya itu nelpon nanti malam,” tulis @tamrintomagola.

Komentar

Artikel Terkait