Koreksi Klarifikasi Gus Muwafiq, Habib Abubakar Assegaf: Nabi ‘Ingusan’ itu di Kitab Mana Ya?

itoday - Dai kondang KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq telah mengklarifikasi pernyataannya tentang masa kecil Nabi Muhammad yang tersebar dari potongan video berdurasi 49 detik.

Gus Muwafiq menyatakan isi ceramahnya yang disampaikan di Purwodadi, Jawa Tengah itu merespons tantangan-tantangan dari kaum milenial yang kerap menanyakan tentang nur Muhammad dan rembes. 

"Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu, dan semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya," ucap Gus Muwafiq seperti kutip nu.or.id (02/12).

"Kemudian terkait kata rembes, dalam bahasa Jawa itu umbel. Bahasa saya rembes itu umbel. Ini juga terkait dengan pertanyaan: apakah anak yang ikut kakeknya ini bersih, karena kakek saking cintanya sama cucu sampai cucunya apa-apa juga kadang boleh. Hal itu saja yang sebenarnya," sambung Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq menyatakan bahwa pernyataannya itu tidak bermaksud menghina Nabi. Namun demikian, ia meminta maaf kepada umat Islam jika pernyataannya dianggap menyinggung. 

Di sisi yang lain, Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan, Habib Abubakar bin Hasan Assegaf, menyesalkan klarifikasi Gus Muwafiq itu. 

“Klarifikasi yang tidak relefan sama sekali, minta maaf tapi tidak menarik ucapannya dan tidak menyatakan bertaubat, karena merasa ridak salah. Malah bawa-bawa millenial dan menganggap ini bukan soal keyakinan? Nabi umbelen (ingusan) itu di kitab mana ya ? AstaghfirullalAdzim,” tulis Habib Abubakar Assegaf di akun Twitter @abubakarsegaf.

Masalah tak lantas usai. Pengamat pendidikan asal Jawa Timur Ferry Koto menuding pernyataan Habib Abubakar Assegaf itu lebih kental nafsu amarah dibanding nasehat.

“Mohon maaf, saya simak yang keluar dari Bib @abubakarsegaf lebih kental nafsu amarah dibanding nasehat. Menuding Gus Muwafiq gol yang akan padamkan cahaya Islam, apakah itu dakwah? Jangan-jangan, ini cara Allah mengangkat derajat @GusMuwafiq dan kita lebih memilih jadi Tuhan untuk  menghakimi,” tulis Ferry Koto di akun @ferrykoto.

Koordinator Annajah Center Sidogiri (ACS) Mohammad Achyat Ahmad meminta Ferry Koto untuk berhati-hati dan belajar akidah Islam sebelum memberikan penilaian.

“Merendahkan derajat Rasulullah adalah hal serius dalam Islam. Membaca kekesalan Habibana @abubakarsegaf dari perspektif yang tidak tepat hanya akan menghasilkan penilaian yang keliru. Harap pelajari persoalan akidah Islam dengan baik, baru berikan penilaian,” tegas Ustadz Achyat Ahmad di akun @AchyatAhmad.

Komentar

Artikel Terkait