Tak Pantas Pimpin DKI, Ini Dia Fakta Tentang ‘Kebusukan’ Ahok

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak layak dipilih menjadi Gubernur DKI di Pilkada 2017 karena Ahok terlibat berbagai kasus hukum serta zalim kepada rakyat.

Seruan itu disampaikan Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) Jamran (23/08). Jamran menegaskan, Ahok terlibat kasus korupsi lahan RS Sumber Waras, pembelian tanah di Cengkareng, dan tanah BMW.

Menurut Jamran, Ahok sebagai petahana, mempunyai andil besar merugikan negara dalam jumlah yang sangat luar biasa. Namun, Ahok selalu lolos dari jerat hukum, bahkan untuk RS Sumber Waras sudah melalui audit investigasi BPK itupun Ahok masih bisa lolos.

“Semua itu berkat lindungan Yang Mulia Presiden RI saat ini. Selanjutnya, kasus reklamasi yang patut diduga sarat muatan korupsi dana CSR. Itu semua tidak dapat dipertanggungjwabkan penggunaannya. Belum lagi masalah izin yang dikeluarkan sangat merugikan nelayan di pesisir pantai Jakarta Utara yang selama ini memanfaatkan pantainya sebagai sumber kehidupan,” papar Jamran.

Jamran menambahkan, Ahok sering menggunakan kata kotor dan selalu merendahkan orang lain. Hal ini wajib menjadi pertimbangan tidak memilih kembali Ahok.

“Baru-baru ini Ahok mengajukan gugatan ke MK mengenai cuti yang sudah diatur undang undang. Anehnya, pada masa Pilkada sebelumnya justru gubernur zalim ini bicara lantang memprotes Foke (Fauzi Bowo) untuk cuti dengan alasan agar tidak menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pencalonan kembali menjadi gubernur. Ini inkonsisten,” tegas Jamran.

Tak hanya itu, Jamran mensinyalir ada pengusaha hitam di belakang Ahok. “Membangun Jakarta tanpa gubernur zalim akan lebih baik. Rakyat Jakarta akan mampu melawan pengusaha hitam di belakang Ahok,” pungkas Jamran.

Sumber: https://www.intelijen.co.id/tak-pantas-pimpin-dki-ini-dia-fakta-tentang-kebusukan-ahok/

Komentar

Artikel Terkait