Wartawan Senior: Jika ada Intelektual Bilang Ahok gak Korup, Tolong Periksa ke RS Jiwa!

itoday - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menemukan fakta dan data baru soal pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Hal itu diungkapkan Ketua KPK Agus Rahardjo usai acara seminar Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah di Cipondoh, Kota Tangerang (29/11).

Dugaan keterlibatan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus RS Sumber Waras pun menguat kembali.

Wartawan senior Edy A Effendi sejak awal menegaskan bahwa banyak fakta yang membuktikan bahwa Ahok “tak bersih”. “Saya kenal Sylvinana Murni 15 tahun lebih dan kenal beberapa pengusaha yang terlibat dengan Pemprov DKI. Banyak fakta Ahok tak bersih,” tegas Edy di akun Twitter ‏@eae18.

Terkait pembelaan berlebihan dari pendukung Ahok, @eae18 menulis: “Kalau ada intelektual tulis Ahok gak korup, tolong periksa ke Rumah Sakit Jiwa. Bela Ahok gak papa. Sah. Tapi bilang Ahok bersih, itu ngawur blas.” 

Secara khusus Edy menyoal klaim pendukung Ahok soal pembangunan masjid di Jakarta dan program BPJS. “Yang bangun masjid bukan Ahok. Yang berangkatkan marbot umroh bukan Ahok. Tolonglah jangan berlebihan. BPJS itu program nasional bagi warga tak mampu. Bukan program Pemda DKI. Berobat gratis itu tak hanya di DKI. Tolong pakai nalar,” tulis ‏@eae18.

Diberitakan sebelumnya, menindaklanjuti temuan fakta dan data baru RS Sumber Waras dari BPK, KPK  merencanakan pertemuan dengan BPK pekan depan.

"BPK mengaku telah mendapatkan data dan fakta baru mengenai RS Sumber Waras. Pekan depan kita rencanakan untuk melakukan pertemuan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo (29/11).  

Agus menegaskan jika perkara RS Sumber Waras hingga kini masih berjalan dan dalam proses pengumpulan data dan fakta baru. "Untuk sumber waras prosesnya masih berjalan. Tak dihentikan dan masih proses pengumpulan data baru," kata Agus.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1068 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1048 kali

sahabat total episode 1