Perkuat Jangkauan Militer, China Mulai Pembangunan Konstruksi Baru di LCS

itoday - Gambar satelit terbaru menunjukkan China telah memulai pembangunan konstruksi baru di Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan. Pembangunan konstruksi baru tersebut tanda bahwa Beijing terus memperkuat jangkauan militernya di perairan perdagangan yang penting itu.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/3/2017), gambar dari pulau sebelah utara dalam kelompok kepulauan Paracel yang diambil pada tanggal 6 Maret menunjukkan pekerjaan konstruksi baru temasuk pembukaan lahan. Mungkin, pekerjaan tersebut adalah persiapan untuk sebuah pelabuhan guna mendukung apa yang para ahli percaya mungkin instalasi militer. Pekerjaan awal rusak akibat topan tahun lalu.

Gambar-gambar tersebut dirilis oleh perusahaan satelit swasta Planet Labs. Gambar-gambar itu muncul seiring laporan yang menunjukkan sebuah pekerjaan yang dilakukan di dekat pulau Tree dan pulau lain di kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.

Menanggapi laporan ini, Kementerian Luar Negeri Vietnam tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sedangkan Kementerian Pertahanan China mengatakan "tidak asing" dengan pekerjaan di Pulau Utara kepulauan Paracels.

"Apa yang perlu ditekankan adalah bahwa Kepulauan Xisha adalah wilayah yang melekat dengan China," katanya, menggunakan nama Cina untuk kepulauan Paracel. Cina sepenuhnya menduduki Paracel pada tahun 1974 setelah memaksa angkatan laut Vietnam Selatan melepaskan kepemilikannya.

Berita tentang aktivitas terbaru China di LCS ini datang saat Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson bersiap melakukan kunjungan ke Asia. Tillerson memicu alarm di Beijing ketika pada Januari lalu ia mengatakan China seharusnya tidak diperbolehkan mengakses ke pulau-pulau di LCS.

Seorang pejabat AS, yang berbicara pada kondisi anonimitas, tidak dapat mengkonfirmasi pekerjaan konstruksi baru di Pulau Utara namun mengatakan itu tidak mengejutkan.

"Ini akan sejalan dengan apa yang telah mereka lakukan, mengapa mereka membuka lahan di pulau-pulau kecuali untuk militerisasi. Tidak ada alasan lain terkait kehadiran di sana," kata pejabat itu.

Sumber-sumber diplomatik di Beijing mengatakan Cina tidak mencari konfrontasi dengan AS di Laut Cina Selatan. Ini merujuk pada reaksi China atas patroli kelompok kapal induk AS di LCS.

China sendiri baru-baru ini berusaha untuk menggambarkan dirinya cinta damai atas jalur perairan yang disengketakan. China mengatkan Beijing dan negara-engara Asia Tenggara berkomitmen untuk resolusi damai.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan draft kode etik untuk perilaku di LCS telah selesai dan ketegangan jelas-jelas menjatuhkan hal itu.


Sumber: Sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 527 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 524 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 676 kali

Nokia hadir di MWC 2017