“Selamat Pagi Pak Setnov dan Para Jamaah Bancakan e-KTP!”

itoday - Ucapan “selamat pagi” diucapkan Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Ketua DPR RI Setya Novanto dan para tersangka maupun terduga kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

“Selamat Pagi Pak @sn_setyanovanto dan para Jamaah Bancakan E-KTP,” tulis Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar me-retweet tulisan bertajuk “Setnov Disebut Kirim Pesan ke Irman Agar Mengaku tak Mengenalnya”.

Sebelumnya, buzzer Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) “menyerang” Dahnil yang menyebut Setya Novanto, Ganjar Pranowo, Yasona Laoly, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), satu jamaah bancakan e-KTP.

Pernyataan keras itu dilontarkan Dahnil Anzar Simanjuntak menyikapi hasil investigasi Tempo soal korupsi e-KTP. “Jamaah Komisi 2 itu ya Ahok dkk di situ. Korupsi dan tidak pengadilan nanti yang menentukan. Baca tempo,” tulis @Dahnilanzar.

Diserang buzzer Ahok, Dahnil pun meminta pendukung Ahok menuntut Tempo yang mencantumkan nama Ahok. “Kau bilang ke junjunganmu. Tuntut Tempo. Ahok terduga korupsi Sumber Waras, Reklamasi dan E-KTP,” tegas @Dahnilanzar.

Dalam persidangan kedua di PN Tipikor Jakarta, terkait korupsi proyek e-KTP, mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini mengakui ada pesan dari anggota DPR RI Setya Novanto, kepada terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Irman. Setnov meminta agar Irman mengatakan tidak mengenalnya jika ditanya siapapun. 

Pesan tersebut disampaikan oleh Setnov kepada Diah agar disampaikan kepada Irman. Dalam kesaksiannya, Diah menyampaikan pesan tersebut kepada Irman melalui kepala biro hukum kemendagri saat itu, Zudan Fakhrullah. Zudan adalah Dirjen Dukcapil saat ini.

Diah menitipkan pesan itu kepada Zudan karena mengaku tidak bisa menemui Irman dan tidak tahu nomor kontaknya. Dia pun mengaku lupa terkait waktu pastinya dia menitipkan kepada Zudan. Namun, yang pasti, ia menerima pesan dari Setnov saat ada pertemuan di BPK pada pertengahan 2013.

Dalam proses persidangan, Irman mengajukan pembelaan terhadap pernyataaan Diah itu. Irman menuturkan, Zudan menyampaikan pesan kepadanya pada sekitar jam 10 malam. "Pak Irman, tadi saya dipanggil Bu Diah, ada pesan dari Setya Novanto. Pesannya mendesak," kata Irman mencontohkan omongan dari Zudan. 

Isi pesan itu, Irman melanjutkan, menyebutkan bahwa jika dia diperiksa KPK, maka sampaikan dirinya tidak mengenal Novanto. "Bu Diah pesan kepada saya, karena Bu Diah dipesan oleh Setya Novanto, kalau Pak Irman diperiksa oleh KPK, tolong sampaikan bahwa Pak Irman tidak kenal dengan Setya Novanto, itu isi pesannya," kata dia kepada majelis hakim.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Diah. "Tadi ada embel-embel bahwa tolong kalau diperiksa KPK bilang tidak tahu, tidak ada itu. Jadi hanya katakan, kalau ditanya, tidak kenal. Itu saja," kata Diah menjelaskan isi pesan dari Setnov itu.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1729 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1686 kali

sahabat total episode 1