Mantan Stafsus Gamawan: Kayaknya Kali ini Papa Setnov tak Bisa Lari dari Kasus e-KTP

itoday - Mantan staf khusus Mendagri Gamawan Fauzi, Umar Syadat Hasibuan, memperkirakan, Ketua DPR RI Setya Novanto tidak akan bisa lari dari kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Kayaknya kali ini Papa Setnov gak bisa lari lagi dari kasus yang menjeratnya. Papa kena batunya kali ini,” kata Umar Hasibuan melalui akun Twitter @Umar_Hasibuan.

Menurut Umar, kali ini “kesaktian” Setnov akan terantuk kasus e-KTP. “Kali ini kesaktiannya akan terantuk sama kasus e-ktp mbak,” tulis @Umar_Hasibuan menanggapi pertanyaan akun @luviku. @luviku sebelumnya menulis: “Kali ini apa dia masih sakti ya bang?”.

Prediksi Umar itu didasari pada pengakuan mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini, di persidangan kasus e-KTP (16/03).

Dalam persidangan kedua di PN Tipikor Jakarta, terkait korupsi proyek e-KTP, Diah Anggraini mengakui ada pesan dari anggota DPR RI Setya Novanto, kepada terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Irman. Setnov meminta agar Irman mengatakan tidak mengenalnya jika ditanya siapapun. 

Pesan tersebut disampaikan oleh Setnov kepada Diah agar disampaikan kepada Irman. Dalam kesaksiannya, Diah menyampaikan pesan tersebut kepada Irman melalui kepala biro hukum kemendagri saat itu, Zudan Fakhrullah. Zudan adalah Dirjen Dukcapil saat ini.

Diah menitipkan pesan itu kepada Zudan karena mengaku tidak bisa menemui Irman dan tidak tahu nomor kontaknya. Dia pun mengaku lupa terkait waktu pastinya dia menitipkan kepada Zudan. Namun, yang pasti, ia menerima pesan dari Setnov saat ada pertemuan di BPK pada pertengahan 2013.

Dalam proses persidangan, Irman mengajukan pembelaan terhadap pernyataaan Diah itu. Irman menuturkan, Zudan menyampaikan pesan kepadanya pada sekitar jam 10 malam. "Pak Irman, tadi saya dipanggil Bu Diah, ada pesan dari Setya Novanto. Pesannya mendesak," kata Irman mencontohkan omongan dari Zudan. 

Isi pesan itu, Irman melanjutkan, menyebutkan bahwa jika dia diperiksa KPK, maka sampaikan dirinya tidak mengenal Novanto. "Bu Diah pesan kepada saya, karena Bu Diah dipesan oleh Setya Novanto, kalau Pak Irman diperiksa oleh KPK, tolong sampaikan bahwa Pak Irman tidak kenal dengan Setya Novanto, itu isi pesannya," kata dia kepada majelis hakim.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Diah. "Tadi ada embel-embel bahwa tolong kalau diperiksa KPK bilang tidak tahu, tidak ada itu. Jadi hanya katakan, kalau ditanya, tidak kenal. Itu saja," kata Diah menjelaskan isi pesan dari Setnov itu.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1081 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1059 kali

sahabat total episode 1