Gedung Putih Panen Teror

itoday - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepertinya tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, selalu saja ada gangguan hingga teror dari kelompok anti-Trump. Bahkan, ada seorang sopir nekat masuk ke Gedung Putih dan berkelakar membawa bom di mobilnya. 

Kabar itu dilansir , kemarin. Media AS ini mengklaim telah mewawancarai pihak Secret Service, pasukan pengawal Presiden. Peristiwa itu terjadi Sabtu (18/3) malam waktu AS. Saat itu, Trump sekeluarga sedang istirahat di Gedung Putih, Washington. Nah, di saat malam tenang, tepatnya di waktu sebagian besar warga menikmati malam akhir pekan, tiba-tiba Gedung Putih disambangi seorang pria yang datang menggunakan mobil. Tanpa basa-basi, mobil itu mencoba menerobos masuk hingga ke pos penjaga. 

Ketika ditanyai maksud dan tujuannya ke Gedung Putih, sopir pria itu justru menjawab nyeleneh dan mengatakan kalau dia datang dengan rangkaian bom di mobilnya. Penjaga, tentu saja langsung terkejut. Sopir  itu pun langsung ditangkap. Mobilnya diperiksa. Hasil sementara, tidak ditemukan bom. Alhasil, sopir dan mobilnya diamankan kepolisian Washington. Sopirnya dibui, mobilnya diperiksa berulang kali. Pasalnya, ancaman bom tidak ditolerir di Negeri Paman Sam. 

Akibat ulah sopir ini, kemacetan di area Gedung Putih tidak terhindarkan. Sejumlah jalan dari dan menuju Gedung Putih ditutup sementara waktu. Belum ada pernyataan resmi baik dari kepolisian Washington, ataupun dari Gedung Putih mengenai hal ini. 

Ini adalah kali kedua dalam kurun waktu satu bulan terakhir seorang ditangkap di sekita Gedung Putih. Sebelumnya, seorang pria ditangkap karena berhasil memanjat pagar Gedung Putih, kemudian berusaha berlari ke Oval Office, yang merupakan kantor Presiden. Jonathan Tran, pemuda 26 tahun melakukan aksi nyeleneh dengan menyusup Gedung Putih pada 10 Maret lalu. Dia selama 16 menit berhasil menerobos masuk hingga akhirnya ditangkap. Belum jelas maksud dan tujuan aksi ini, yang jelas dia terancam hukuman 10 tahun bui. 

Dilansir CNN, Secret Service sangat kecewa dan marah atas peristiwa yang terjadi pada 10 Maret itu. Disebutkan, tujuan Tran menerobos Gedung Putih untuk masuk ke ruang kerja Donald Trump, di Gedung Oval. 

Menurut dokumen pengadilan, Tran menjelaskan masuk ke Gedung Putih hingga akhirnya berpapasan dengan agen federal kalau dia merupakan teman Trump dan telah memiliki janji untuk bertemu. Tran datang membawa dua kaleng bunga pala, sebuah paspor AS, sebuah komputer dan sebuah buku Trump. 

Bagaimana dia bisa masuk? Tran memanjat pagar setinggi 1,5 meter yang berada di dekat Departemen Keuangan AS, yang terletak di sebelah Gedung Putih. Dia kemudian mendaki gerbang kendaraan setinggi sekitar 2,4 meter, dan pagar yang lebih pendek di sayap kiri halaman Gedung Putih. CNN melaporkan bahwa dia menghidupkan beberapa alarm setelah melompat pagar, tetapi dapat menghindari sejumlah sensor yang lain. Tran, yang berasal dari Milpitas, California, dilaporkan terlihat di sekitar kawasan Pennsylvania Avenue, Washington yang merupakan area di mana Gedung Putih berada, enam jam sebelum ditahan. Sementara, Trump memuji Secret Service telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mencegah penyusup.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 509 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 504 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 655 kali

Nokia hadir di MWC 2017