Prabowo: Ahok Kalah, Proses Kasus Hukum yang Diduga Libatkan Ahok Harus Mulai Diintensifkan

itoday - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah kalah di Pilkada DKI putaran kedua versi quick count. Demikian juga proses hukum Ahok dalam kasus penistaan agama sudah sampai dituntutan, Ahok dituntut satu tahun penjara.

Saatnya mulai “bersih-bersih” Jakarta. Tentunya, penanganan penanganan berbagai kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok, seharusnya bukan dihentikan, tetapi sebaliknya justru bisa mulai diintensifkan.

Penegasan itu disampaikan mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo di akun Facebook.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun kepada terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tuntutan itu dibacakan di persidangan Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/04). 

Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menegaskan, baru kali ini terdakwa kasus dugaan penistaan agama dituntut hukuman begitu ringan. "Tidak memenuhi rasa keadilan itu. Beberapa kasus penistaan agama itu minimal dua tahun," kata Romli seperti dikutip sindonews (20/04).

Menurut Romli, sejumlah terdakwa kasus dugaan penistaan agama seperti Ahmad Mosadek, Arswendo, hingga Andi Muluk tidak dikenakan hukuman masa percobaan. "Dengan tuntutan seperti itu, dia (Ahok) tidak dipenjara. Ini tidak adil. Minimal dua tahun," tegas Romli.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1906 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1878 kali

sahabat total episode 1