Pengamat: Penghinaan Warga Etnis Tertentu pada Gubernur NTB Turut Sumbang Kekalahan Ahok

itoday - Kekalahan pasangan cagub/cawagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat di Pilkada DKI putaran kedua, lebih banyak karena faktor arogansi dan fitnah pendukung Ahok-Djarot sendiri.

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik Ahmad Yazid kepada intelijen (20/04). "Jika dicermati, suara Ahok-Djarot versi quick count sekitar sekitar 42 persen. Dibandingkan dengan putaran pertama, suara Ahok-Djarot tidak ada peningkatan. Artinya pendukungnya itu-itu saja," beber Ahmad Yazid.

Menurut Yazid, fitnah dan serangan pendukung Ahok kepada paslon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni di Pilkada DKI putaran pertama telah menjadi bumerang buat Ahok-Djarot.

"Tentunya para pendukung AHY tidak mau memberikan suara terhadap Ahok karena Ahoker menyebarkan fitnah melalui buzzer-buzzer di sosial media maupun media-media fitnah," jelas Yazid. 

Selain itu, kata Yazid, politik uang pembagian sembako tim sukses Ahok-Djarot juga mempengaruhi perolehan suara Ahok-Djarot. "Warga Jakarta akan berpikir tidak mendukung paslon yang berupaya menang dengan politik uang," ungkap Yazid.

Faktor lain menurut Yazid adalah penghinaan WNI yang kebetulan beretnis sama dengan Ahok, kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang. "Pandangan orang, sikap arogan Steven klop dengan sikap arogan Ahok karena beretnis sama. Orang tidak akan memilih Ahok karena khawatir sikap arogan yang disandang Ahok," pungkas Yazid.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 728 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 721 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 904 kali

Nokia hadir di MWC 2017