“Karena 'Mulut' Ahok, Jokowi Kebingungan Ditekan Pihak Asing dan Dunia Internasional”

itoday - Presiden Joko Widodo mendapat tekanan dan desakan kuat dari luar negeri dan dalam negeri terkait vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Padahal itu kesalahan pernyataan Ahok yang menista agama.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ziyad Falahi (12/05). "Akibat kesalahan mulut Ahok, Amnesty International, PBB dan Uni Eropa mendesak Pemerintahan Jokowi untuk mempertimbangkan ulang vonis Ahok, atas nama hak asasi manusia kebebasan berekspresi," kata Ziyad Falahi.

Hanya saja, kata Ziyad, sedikit membingungkan ketika PBB dan UE seolah tidak tahu kebingungan yang tengah dihadapi Jokowi. "Jika Pemerintahan Jokowi tidak memenjarakan Ahok, maka tekanan dari dalam akan menguat," ungkap Ziyad. 

Seharusnya, menurut Ziyad, PBB dan UE membantu Presiden jokowi untuk menormalisasi konflik domestik. Mengingat, Indonesia dalam kondisi krisis finansial pasca gagalnya tax amnesty. Dalam hal ini, Pemerintah membutuhkan bantuan donor dari lembaga internasional. "Tapi pihak internasional dan luar negeri justru malah mengeluarkan pernyataan yang memanaskan kembali suhu dalam negeri Indonesia," jelas Ziyad. 

Ziyad memastikan, situasi politik Indonesia di era Jokowi sulit diprediksi, sampai-sampai PBB dan UE tidak mengerti apa yang sedang terjadi. 

"Jangan lupa, bahwa Presiden Jokowi adalah ‘A New Hope’, yang mana kedudukanya harus dipertahankan sampai dua periode. Jika memang PBB dan UE tidak memiliki anggaran untuk membantu  Jokowi, maka akan sia sia," pungkas Ziyad. 

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1729 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1686 kali

sahabat total episode 1