Eks Bos FBI Jadi Jaksa Khusus Kasus Hubungan Trump-Rusia

itoday - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), dalam tekanan Kongres AS, menunjuk mantan pemimpin FBI Robert Mueller sebagai jaksa khusus kasus dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS lalu. Ia juga akan menyelidiki kemungkinan adanya kolusi antara kampanye Presiden Donald Trump dan Moskow.

"Keputusan saya (untuk menunjuk jaksa khusus) bukan karena adanya tindak kejahatan atau ada tuntutan hukum yang harus dilakukan. Saya tidak membuat keputusan semacam itu," kata Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dalam sebuah pernyataan usai pengumuman penunjukkan jaksa khusus tersebut.

"Saya memutuskan bahwa seorang jaksa khusus diperlukan agar masyarakat Amerika yakin sepenuhnya akan hasilnya," terangnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/5/2017).

Dalam sebuah pernyataan setelah pengumuman Departemen Kehakiman, Trump mengatakan bahwa dia menantikan penyelesaian masalah ini secepatnya.

"Seperti yang telah saya nyatakan berkali-kali, penyelidikan menyeluruh akan mengkonfirmasi apa yang telah kita ketahui - tidak ada kolusi antara kampanye saya dan entitas asing lainnya," katanya.

Sementara Mueller, dalam sebuah pernyataan yang di-tweet oleh CBS News, mengatakan: "Saya menerima tanggung jawab ini dan akan melepaskannya sebaik kemampuan saya."

Penunjukan ini terjadi hanya seminggu setelah Gedung Putih menyulut kegaduhan setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey. Partai Demokrat dan sejumlah politisi Partai Republik lantas menuntut penyelidikan independen apakah Rusia mencoba mempengaruhi hasil pemilihan presiden pada November lalu untuk mendukung Trump dan melawan Hillary Clinton dari Demokrat.

Trump telah lama membantah jika Rusia memainkan peran dalam kemenangannya di pemilihan presiden November lalu. Bahkan dalam sebuah pidato, Trump mengatakan tidak ada dalam sejarah seorang politisi diperlakukan lebih buruk atau tidak adil seperti dirinya.

Namun isu campur tangan Rusia telah muncul sejak awal bulan jabatannya. Moskow telah menolak kesimpulan badan intelijen AS yang ikut campur dalam kampanye tersebut.

Tekanan terhadap Gedung Putih semakin intensif setelah Trump memecat Comey, yang telah memimpin penyelidikan federal mengenai masalah ini. Trump juga dituduh meminta Comey untuk mengakhiri penyelidikan FBI mengenai hubungan antara penasihat keamanan nasional Trump yang pertama, Michael Flynn, dan Rusia. Itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah presiden berusaha mengganggu penyelidikan federal.

Usai mendengar penunjukkan Mueller dari Penasihat Gedung Putih Don McGahn, Trump mengumpulkan para pembantu seniornya di Oval Office. Ia memberikan pengarahan, menyebut penyelidikan tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk kembali fokus pada agendanya, kata seorang pejabat senior Gedung Putih. Mempelajari berita itu kurang dari setengah jam sebelum mengumumkan secara terbuka, Trump mendiktekan pernyataan yang segera dirilis.



Sumber: Sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 728 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 721 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 904 kali

Nokia hadir di MWC 2017