Polisi Stop Laporan Antasari, Politisi Demokrat: Berarti Antasari Kaya Napi “Maling Teriak Maling”

itoday - Dicari, mantan selingkuhan seorang caddy, untuk mempertanggungjawabkan fitnahnya saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Tulisan itu terpampang di lini massa akun Twitter @monethamrin, milik politisi Partai Demokrat Muhammad Husni Thamrin. 

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri menyatakan menghentikan penyelidikan laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menuding Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui pihak-pihak yang merekayasa kasusnya. Polisi menghentikan penyelidikan lantaran tuduhan Antasari itu tidak terbukti.

@monethamrin pun menyimpulkan: “Berarti Antasari memang cuma kaya napi ‘making teriak maling’". @monethamrin melampirkan link tulisan bertajuk “Gak Ada Bukti, Polisi Tutup Laporan Antasari Azhar”.

Partai Demokrat juga masih menunggu permintaan maaf dari mantan terpidana pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen itu. Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan, penyidik telah menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa laporan Antasari tidak berdasar hukum dan tanpa alat bukti. Untuk itu, Demokrat berharap  Antasari meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono secara tulus dan terbuka kepada publik.

Hinca menegaskan, keputusan penyidik yang menghentikan proses hukum atas laporan Antasari, sesuai dugaan awal Partai Demokrat. Karena laporan itu memang tidak benar dan tidak memiliki alasan hukum yang patut.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 703 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 697 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 876 kali

Nokia hadir di MWC 2017