Jokowi Bicara Presidential Threshold, Andi Arief: Jaka Sembung Diseruduk Angin Puyuh!

itoday - "Politik negara ini akan semakin baik harus ada konsistensi, sehingga kita ingin kalau yang dulu sudah 20 (persen), masak kita mau kembali ke nol." 

Ucapan itu disampaikan Presiden Joko Widodo usai pertemuan dengan para ulama di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah (17/06), terkait presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden.

Pernyataan Presiden Jokowi itu mengundang reaksi keras, terutama dari politisi yang menentang PT 20 persen. 

“Kemajuan sebuah bangsa koq ukurannya nol persen atau bukan. Jaka sembung diseruduk angin putuh, gak nyambung uh,” tulis mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief di akun Twitter @andiariefaa.

@andiariefaa  juga menulis: “Ambang batas boleh nyapres kalau sudah mampu membawa pertumbuhan ekonomi 6 persen. Kalau syarat capres didukung partai yang pernah berkuasa ekonomi tumbuh 6 persen, saya jamin tidak ada calon tunggal.”

Diberitakan sebelumnya, Pemerintahan Jokowi tetap pada sikapnya untuk presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR RI dan 25 persen perolehan suara sah nasional.

Presiden Jokowi menitikberatkan agar pembangunan politik negara tetap konsisten menuju penyederhanaan. Presiden Jokowi telah meminta Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mengawal sikap pemerintah dalam pembahasan RUU Pemilu.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1068 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1047 kali

sahabat total episode 1