Pengamat: Rezim Jokowi Rakus Hutang, Pelit Subsidi Rakyat!

itoday - Pemerintahan Joko Widodo memiliki sifat yang bisa dibilang aneh. Pemerintahan Jokowi sangat rakus hutang dengan menumpuk hutang hingga ‘segunung’ tetapi sangat pelit memberikan subsidi bagi rakyatnya. 

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik dan ekonomi Salamuddin Daeng (17/07). Menurut Salamuddin, sepanjang tahun 2016 - 2017 Pemerintah setiap tiga bulan menggeregaji subsidi listrik yang mengakibatkan tarif listrik melompat melebihi rata rata tarif listrik di Amerika Serikat, China dan India.

Di sisi lain, kata Salamuddin, Pemerintah sedang berusaha melobi DPR agar batas defisit ditiadakan, dengan demikian, Pemerintah boleh berhutang sepuas-puasnya. "Padahal meningkatnya utang pemerintah menjadi beban besar bagi fiskal saat ini dan masa yang akan datang, dan tak mungkin terbayarkan kecuali jual negara," tegas Salamuddin. 

Pertanyaan menarik dilontarkan Salamuddin. Kebijakan pemerintah yang haus dan rakus utang namun pelit kepada rakyat, memunculkan pertanyaan, kemana uang hasil hutang? "Jangan-jangan utang digunakan untuk menyelamatkan para taipan yang sedang sekarat? Kapan penuhnya kantong oligarkhi Pemerintahan Jokowi ini?" tanya Salamuddin.  

Salamuddin menegaskan, kalau mengaku utang untuk bangun infrastruktur, nilai infrastruktur yang dibangun Jokowi tidak lebih dari Rp 100 triliun, sementara utang bertambah lebih dari Rp.1000 trilun dan subsidi untuk rakyat semua telah dicabut dan diberangus.

Saat ini, posisi utang Pemerintah Indonesia mencapai Rp 3.672,33 triliun hingga Mei 2017. Dalam 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, utang sudah bertambah sekitar Rp 1.000 triliun lebih. 

Meski demikian, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, memastikan jumlah utang Indonesia masih aman. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih 27,5%.

Dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Thailand yang jumlah utangnya sudah 40% dari PDB, Amerika Serikat (AS) yang mencapai 100% PDB, atau Jepang yang sudah 200% dari PDB, rasio utang Indonesia masih tergolong kecil. 

"Kita punya utang masih tergolong sangat kecil dibanding negara lain, 27,5% dibanding PDB," kata Luhut seperti dikutip detik (17/07).

Tags #HutangRI

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1726 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1683 kali

sahabat total episode 1