“Muhammadiyah-NU Beda Sikap Soal Perppu Pembubaran Ormas , Skenario Adu Domba Penguasa?”

itoday - Saat ini muncul persepsi bahwa Perppu 2/2017 tentang Pembubaran Ormas telah memunculkan ketegangan sesama ormas, khususnya dua ormas Islam terbesar, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Menyikapi tegangnya hubungan Muhammadiyah-NU, pengamat politik Ahmad Baidhowi menduga Perppu Ormas merupakan bagian dari skenario “adu domba” antar golongan untuk memperkuat posisi Pemerintahan.

"Pasca Perppu Ormas dikeluarkan, NU dan Muhammadiyah berbeda pendapat sangat keras. NU mendukung pemerintah, sedangan Muhammadiyah tidak. Ini tampaknya sengaja dilakukan tangan-tangan penguasa," kata Ahmad Baidhowi kepada intelijen (17/07). 

Kata Baidhowi, tak salah jika di masyarakat muncul pandangan bahwa penguasa saat ini sengaja memunculkan ketegangan sesama ormas Islam untuk mengalihkan kasus besar. 

"Publik menilai, penguasa saat ini punya tujuan berkuasa lagi dengan Presidential Threshold 20 persen dan salah satu caranya mengalihkan isu dengan dikeluarkannya Perppu Ormas sehingga memunculkan ketegangan  sesama ormas Islam," tegas Baidhowi. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menolak keras penerbitan Perppu 2/2017. Fadli menilai, Perppu itu cenderung membidik ormas aliran tertentu.

"Saya melihat kecenderungan sasaran perppu ini adalah ormas-ormas yang beraliran Islam, jadi menurut saya berbahaya," kata Fadli dalam sesbuah diskusi bertajuk 'Cemas Perppu Ormas' di Cikini, Jakarta Pusat (15/07).

Fadli pun menilai tidak ada kegentingan yang memaksa pemerintah mengeluarkan peraturan ini. Pasalnya, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang ormas sudah cukup membahas aturan ini. Fadli berpendapat jika ada persepsi baru, pemerintah seharusnya merevisi UU tersebut. Kemudian, mengajukan revisi tersebut ke DPR untuk dibahas bersama-sama sehingga tidak sepihak, termasuk melalui proses pengadilan.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1726 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1683 kali

sahabat total episode 1