Guru Besar Unpad Curigai WNA Cina Pelaku Kejahatan Cyber, Polisi Cina yang Menyamar

itoday - Pihak kepolisian setidaknya sudah menangkap ratusan warga negara asing asal Cina yang diduga terlibat cyber crime. Di Surabaya, kepolisian menangkap 92 tersangka, di Pondok Indah, Jakarta (27), dan di Bali 30 pelaku.

Menyikapi komplotan WNA Cina pelaku kejahatan siber, guru besar Universitas Padjajaran (Unpad) Romli Atmasasmita, mencurigai pelaku adalah polisi Cina yang menyamar sebagai turis.

“WNA Cina pelaku kejahatan siber perlu dicurigai apakah mereka komplotan kejahatan atau polisi cina yang menyamar jadi turis??” tulis Romli di akun Twitter @rajasundawiwaha.

Menurut Romli, jika terbukti para pelaku adalah polisi Cina, hal itu jelas melanggar kedaulatan RI. “Jika mereka aparat@pemerintah Cina jelas melanggar kedaulatan NKRI harus kejahatan@serius!!” tegas @rajasundawiwaha.

Saat ini, 92 WNA asal Cina yang ditangkap di Surabaya ditahan di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Polisi sebelumnya menggerebek sebuah rumah mewah di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Polisi menangkap 27 orang warga negara Cina yang diduga terlibat cyber crime. Polisi juga menangkap lebih dari 30 orang warga negara Cina dalam kasus yang sama di Bali.

Seratusan orang itu ditangkap setelah Direktorat Tindak Kriminal Khusus Markas Besar Kepolisian RI dan Polda Metro Jaya mendapat laporan dari kepolisian Cina. Kepolisian Cina melapor bahwa warga Cina yang berada di Indonesia telah banyak ditipu oleh sindikat cyber crime. Para tersangka biasanya memeras korbannya dan meminta sejumlah uang.

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 12 Maret 2018 - 01:23 WIB

Pemerintah Cina Blokir Akses Kepemilikan Bitcoin

Rabu, , 20 Desember 2017 - 00:20 WIB

AS Diminta Terima Kebangkitan Cina

Senin, , 11 Desember 2017 - 15:06 WIB

Intelijen Jerman Peringatkan Bahaya Mata-Mata Siber Cina