“Dewa Perang Cina Berdiri Arogan di Tuban, Saksikan Para Kacung Saling Maling! Di mana Bapak Kita?”

itoday - Gelombang penolakan terhadap patung Dewa Perang Cina, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, semakin menguat. Apalagi menurut pengakuan Ketua Umum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, di mana patung itu berdiri, belum memiliki izin.

Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi turut mengecam berdirinya patung Dewa Perang Cina itu. “Dewa Perang Kekaisaran China berdiri arogan di Tuban, menyaksikan para kacung saling maki, saling jotos, saling maling. Di mana Bapak kita?” tulis Adhie di akun Twitter  @AdhieMassardi.

Tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini sempat memunculkan pernyataan menarik. “Kenapa Belanda bisa kuasa lama di negeri ini? Karena piara anjing-anjing lokal yang diberi makan tulang saudaranya sendiri. (Ini asli nyindir kalian!)” tulis @AdhieMassardi.

Seperti diketahui, patung Kwan Sing Tee Koen dinobatkan MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara. Patung yang diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017 ini memakan biaya tak kurang Rp 2,5 Miliar.

Menyikapi pembangunan patung tersebut, guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario “lanjutan” setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu. 

“Ini baru patung, sebentar lagi pangkalan AL Cina di Pontianak, Semarang, dan Palembang. Awas!” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin me-retwet akun @LUPUZTop1.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1906 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1878 kali

sahabat total episode 1