“Jika Polisi tak Gubris Laporan Soal Victor NasDem, Nanti Akan Ada Sesuatu yang Timpa Victor”

itoday - Kamis (10/08), sejumlah ormas Islam bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ormas Islam yang terdiri dari Forum Umat Islam (FUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), ini mengadukan pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat acara deklarasi calon bupati di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (01/08).

Pengamal sufi yang juga pakar komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah Edy A. Effendi mengingatkan pihak kepolisian terkait proses hukum Victor Laiskodat.

“Kalau polisi tak gubris laporan soal Victor, ya sudah biarkan saja. Nanti akan ada sesuatu yang menimpa Victor,” tulis Edy di akun Twitter  @eae18.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (08/08), mengungkapkan bahwa Victor Laiskodat akan segera diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri atas laporan terkait pidato kontroversialnya. Pemeriksaan akan segera dilakukan menyesuaikan kondisi karena saat ini DPR masih masa reses.

"Diminta keterangan. Tetapi kita tunggulah. Baru laporan masa diminta keterangan. Sementara kan masih reses juga," kata Setyo Wasisto seperti dikutip viva (08/08).

Soal hak imunitas yang dimiliki Victor sebagai anggota DPR, Setyo mengatakan penyidik Bareskrim Polri perlu melakukan permintaan keterangan terhadap Victor untuk memperjelas posisi dan konteksnya saat pidato di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Anggota DPR kan punya hak imunitas. Kita harus lihat saat apa dia menyampaikan pernyataan itu, terkait tugas dia sebagai anggota dewan atau tidak, itu saja. Jadi jangan langsung di frame ini hak imunitas, jadi langsung tidak diperiksa, enggaklah," ujar Setyo.

Secara resmi, tiga partai politik sudah melaporkan Victor Laiskodat terkait dugaan ujaran kebencian dan permusuhan ke Bareskrim Polri. Tiga parpol itu adalah Gerindra, PAN, dan PKS. Sementara dari Demokrat, Gerakan Pemuda Demokrat turut melaporkan Victor.

Victor dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan permusuhan terkait pidatonya di Nusa Tenggara Timur pada 1 Agustus lalu. Dalam video tersebut, Victor diduga menyebutkan ada empat partai yaitu Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN yang diduga mendukung adanya khilafah karena menolak Perppu Ormas. 

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1297 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1249 kali

sahabat total episode 1