“Ada Sinyal Novel Baswedan Tersangka, ‘Kekuatan Besar’ Bermain Tutupi Korupsi e-KTP”

itoday - Koruptor diduga bermain untuk terus menekan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Sinyal bahwa Novel bakal jadi tersangka mengindikasikan ada kekuatan besar yang turut bermain.

Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Ahmad Lubis kepada intelijen (14/09). Lubis menduga,  laporan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman akan menjadi senjata untuk menjadikan Novel Baswedan tersangka.

Lubis mengingatkan, jika sampai Novel Baswedan menjadi tersangka, bisa dikatakan pemberantasan korupsi di Indonesia sudah runtuh. "Kalau Novel jadi tersangka, runtuhlah pemberantasan korupsi di Indonesia," tegas Lubis. 

Menurut Lubis, saat ini, ada upaya “menghabisi” Novel Baswedan, karena sikapnya yang tegas dalam pemberantasan korupsi. "Belum selesai kasus penyiraman air keras, Novel bisa jadi tersangka. Ini bentuk teror terhadap Novel," kata Lubis. 

Terkait hal itu, Lubis berharap negara harus hadir memberikan perlindungan kepada Novel. “Novel sedang menghadapi kekuatan besar setelah membongkar kasus e-KTP. Negara harus memberikan perlindungan pada Novel Baswedan karena para koruptor menginginkan penyidik senior KPK itu mati," pungkas Lubis.  

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tengah menangani laporan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman terhadap Novel Baswedan. Polisi memberi sinyal bakal menetapkan Novel sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Tidak mungkin suatu kasus, tidak ada tersangkanya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya (12/09).

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1690 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1647 kali

sahabat total episode 1