“Jambore Kebangsaan Didukung, LDK Dipasung! Upaya Rezim Jokowi Bungkam Mahasiswa”

itoday - Presiden Joko Widodo akan hadir pada “Jambore Kebangsaan dan Kewirausahaan” yang digelar di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Jawa Barat, 24-29 Oktober. Di sisi lain, beredar kabar buruk, lembaga dakwah kampus (LDK) di beberapa perguruan tinggi dibekukan.

Aktivis politik Ramah Simatupang menilai, politik belah bambu bisa saja sedang digelar. Hal ini merupakan upaya membungkam kekritisan mahasiswa. "Saat ini mahasiswa dikondisikan tidak kritis kepada penguasa dan sengaja 'dimandulkan'," kata Rahman.

Rahman mengungkapkan, saat ini suara kritis ke penguasa justru datang dari umat Islam, bukan dari mahasiswa. "Dan beberapa tahun terakhir justru suara kritis dari kalangan umat Islam bukan mahasiswa," papar Rahman. 

Menurut Rahman, gerakan mahasiswa saat ini tidak bisa diharapkan dalam menyuarakan suara kritis dan pendidikan politik kepada rakyat. "Bisa dikatakan organisasi kemahasiswaan sudah terkooptasi oleh penguasa," jelas Rahman. 

Sementara terkait pembekuan LDK, pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki menyatakan, Rezim Jokowi berusaha membungkam suara kritis mahasiswa Islam. 

"LDK sudah dibekukan dan ada yang statusnya dibuat tidak jelas. Ini menjadi sinyal bahwa penguasa takut suara kritis mahasiswa dan Islam," kata Muhammad Ibnu Masduki kepada intelijen (05/10). 

Ibnu Masduki mengungkapkan, LDK hanya mengkaji Islam dan masalah politik terutama kondisi bangsa Indonesia bahkan dunia Islam. "Tuduhan LDK sebagai sarang radikalisme sangat tidak mendasar. Kegiatan LDK juga ini banyak membantu mahasiswa untuk menaikkan prestasi di bidang akademik," papar Ibnu Masduki. 

Di sisi lain, kata Ibnu Masduki, pembekuan LDK justru membuat para mahasiswa semakin kuat dalam menghadapi penguasa saat ini. "Mereka makin solid dalam menyuarakan keadilan," pungkas Ibnu Masduki. 

Diberitakan sebelumnya, beberapa perguruan tinggi telah membekukan LDK. Di antaranya, Lembaga Kajian Keislaman Kontemporer (LK3) El Fath bersama IMAM (Universitas Pamulang),  Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) (ITB).

Sedangkan status tidak jelas dialami Badan Dakwah Masjid (BDM) Al-Hikmah (Universitas Negeri Malang), dan  Keluarga Mahasiswa Islam (KMI) (ISI).

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 20 Oktober 2017 - 01:29 WIB

Ini Kekurangan 3 Tahun Jokowi Versi PDIP

Telah dilihat : 1467 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1418 kali

sahabat total episode 1