Penembakan Anggota Brimob Blora, Pengamat: Bekali Saja Peluru Karet dan Gas Air Mata

intelijen - Untuk menghindari konflik dengan senjata api, sebaiknya anggota Brimob yang bertugas di obyek vital cukup dibekali dengan peluru karet dan gas air mata saja.

Usulan itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (12/10). "Kejadian di Blora mengingatkan resiko bila anggota bertugas di obyek vital dibekali senjata api. Harusnya mereka dibekali gas air mata dan peluru karet saja," kata Alem.

Menurut Alem, peristiwa penembakan anggota Brimob oleh rekan sendiri di sumur minyak SGT-01, Blora, Jawa Tengah (11/10)  menjadi pelajaran berharga buat Polri agar tidak sembarangan mempersenjatai anggotanya. "Terlebih lagi saat ini heboh Polri impor senjata yang tidak dimiliki TNI. Ini juga menjadi PR buat Polri juga," papar Alem.

Alem mengatakan, pemegang senjata api itu harus dibekali dengan pendekatan psikologi dan pelatihan yang cukup lama. "Sudah saatnya Polri melakukan reformasi sebagaimana yang telah dilakukan TNI selama ini," jelas Alem. 

Sebelumnya, terjadi insiden penembakan sesama anggota Brimob di proyek vital nasional sumur minyak SGT-01 di Ngawen, Blora, Jawa Tengah (11/10). Korban penembakan adalah Brigadir Budi Wibowo(30) dan Brigadir Ahmad Supriyono(35). Pelaku penembakan Bripka Bambang Tejo(36), bunuh diri dengan menembakan pistol di bagian kepala.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1467 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1418 kali

sahabat total episode 1