Hendra/Ahsan Beber Kunci Sukses di New Zealand Open

itoday - Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadikan Indonesia sebagai juara umum di ajang New Zealand Open 2019. Indonesia meraih dua gelar dan satu runner up dalam pertandingan final yang berlangsung di Eventfinda Stadium, Auckland. 

Gelar pertama diraih lewat tunggal putra Jonatan Christie. Unggulan ketiga ini mengalahkan Ng Ka Long Angus, unggulan keenam dari Hong Kong, dalam permainan straight game, 21-12, 21-13. Hendra/Ahsan kemudian mempersembahkan gelar kedua bagi Merah-Putih dengan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang), dengan skor 20-22, 21-15, 21-17.

Sayangnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tak dapat mengamankan gelar juara saat dihadang ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan skor 14-21, 21-16, 27-29.

Tampil sabar menghadapi Endo/Watanabe, diklaim Hendra/Ahsan yang merupakan juara All England 2019 ini sebagai kunci kemenangan mereka. Wakil Jepang tersebut memang memiliki pertahanan rapat yang tak mudah untuk ditembus. Hendra/Ahsan mesti kehilangan game pertama walaupun sempat memimpin perolehan angka 18-16.

"Sebetulnya tidak ada perbedaan di game pertama, kedua dan ketiga. Kalau menghadapi mereka memang harus lebih sabar saja dari awal," ujar Ahsan soal permainan.

"Pasangan Jepang ini punya defense yang kuat, tipe main mereka memang defense dulu baru balik serang," kata Ahsan yang bersama Hendra merupakan Juara Dunia 2013 dan 2015.

Gelar ini semakin mengokohkan posisi Hendra/Ahsan di jajaran elit ganda putra dunia. Saat ini Hendra/Ahsan ada di peringkat empat dunia. Ketika ditanya soal target jelang olimpiade, Hendra/Ahsan menyebutkan jika mereka ingin menikmati pertandingan mereka.

"Target kami cuma main bagus dan enjoy, menikmati pertandingan-pertandingan kami," sebut Ahsan.

 

(Sumber)

Komentar

Artikel Terkait