Rossi Pintar, Dia Mencari Celah dari Pertarungan Marquez vs Vinales

itoday - Jelang akhir pekan lomba seri kelima MotoGP 2017 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Jumat-Minggu (19-21 Mei). Persaingan antar pembalap diprediksi bakal makin sengit. Tengok saja dari perbedaan 10 poin yang memisahkan empat pembalap teratas di puncak klasemen sementara (Valentino Rossi, Maverick Vinales, Marc Marquez, Dani Pedrosa).

Atas situasi terkini di MotoGP 2017, InSella.it menyempatkan diri mewawancarai Carlo Pernat, pengamat senior MotoGP yang juga sekaligus manajer Andrea Iannone (Suzuki). Berikut petikannya.

Jorge Lorenzo dengan Ducati mulai membaik di Jerez. Tapi di tiga seri sebelumnya ia menderita?

“Pilihan Jorge Lorenzo di Ducati sangat kuat oleh Gigi Dall’Igna, karena ia mungkin mengira memiliki motor pemenang. Bagi si pembalap Spanyol sangat tidak mudah untuk beralih dari Yamaha ke Desmosedici.”

“Seseorang meremehkan hilangnya winglet, yang mana itu memberi lebih dari 10 persen untuk kecepatan, 10 persen lebih baik dalam pengereman, jadi setidaknya kekuatan Ducati berkurang 20 persen. Jika tujuannya adalah juara dunia, maka mereka harus bekerja di bagian itu buat 2018.”

Bagaimana akhir karier balap seorang Valentino Rossi?

“Kita tidak akan kehilangan Valentino. Ia akan terus balapan hingga 2018. Kemudian ia akan membuat tim MotoGP bersama Yamaha, di samping yang sudah ada di Moto3 dan Moto2. Sky akan selalu mendukungnya dan mungkin ia akan memanggil sahabatnya, Iannone, untuk menjalankannya. Usai pensiun, mungkin ia akan memiliki peran penting dalam Dorna.”

Lalu soal duel Marquez dengan Vinales di MotoGP?

“Marquez membalap lebih spektakuler, karena itulah dia lebih disukai fans, walau ada potensi Vinales lebih kuat dari Marquez. Banyak yang bilang Vinales punya kekuatan di dalam kepalanya, tapi dalam opini saya tidak, lihat saja kejatuhannya di Austin.”

Bisakah Marquez mempertahankan gelarnya?

“Tahun ini sangat bergantung padanya, tapi jika ia merasa tidak puas dan terjatuh (lagi), ia berisiko kehilangan gelar juara dunia. Anyway, saya pikir Marquez akan mengalahkan rekor Rossi di masa depan. Saya juga melihat tidak ada lawan yang sepadan baginya selain Vinales.”

Motor terkuat di MotoGP 2017 dan persaingan juara dunia?

“Yamaha adalah motor terbaik, diikuti Honda. Sedangkan Ducati serta Suzuki berada pada level yang sama untuk posisi ketiga. Saya 60 persen memegang Marquez, karena ia makin kuat di usianya saat ini. Sementara Rossi 40 persen karena ia punya pengalaman hebat.”

Cara Rossi untuk meraih juara dunianya ke-10?

“Rossi pintar, ia mencari celah dalam rivalitas antara Marquez dengan Vinales, di mana keduanya saling tidak menyukai. Ia mencoba untuk mengekploitasi kesalahan mereka dan menikmati pertarungan keduanya. Saya tidak terkejut melihatnya sebagai pimpinan klasemen sementara. Dia melakukannya secara profesional, dan saya akan menempatkannya di tiga besar musim ini, dengan beberapa kemenangan ia akan capai di seri-seri Eropa.” 

Komentar

Artikel Terkait

Minggu, , 22 Oktober 2017 - 01:08 WIB

Marquez Berambisi Finis di Depan Dovizioso

Jumat, , 20 Oktober 2017 - 00:14 WIB

Pedrosa Tak Suka dengan Sirkuit Phillip Island

Telah dilihat : 1472 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1424 kali

sahabat total episode 1