Vinales Tak Punya Titik Lemah, Marquez Terancam Kehilangan Gelar

itoday - Akhir pekan lomba MotoGP Italia 2017 di sirkuit Mugello, Minggu (4/6), memiliki semua sejarah bagi Andrea Dovizioso, Pasini, dan Migno di tangga teratas podium. Namun kita melihat senyum orang-orang Italia, tetapi juga kekecewaan Jorge Lorenzo dan terutama Honda, protagonis yang performanya di bawah ekpektasi.

Ada juga tampilan asam dari wajah Valentino Rossi, karena ia juga ingin berada di podium. Lalu apa evaluasinya, dan bagaimana jelang seri berikutnya, MotoGP Catalunya 2017, Jumat-Minggu (9-11 Juni) ini? Berikut analisa yang disampaikan oleh pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, seperti dilaporkan GPOne.

Dari mana kita harus mulai Carlo? Bukankah Italia bersenang-senang?
“Apa yang bisa kita katakan? Setelah tahun 2008, hat-trick Italia ini hebat, diraih di depan 160 ribu penonton, hampir memecahkan rekor. Saya pikir di Mugello, kemenangan ini lebih layak buat Dovi ketimbang Ducati. Karena tahun ini, kecepatan motor Ducati berkurang ketimbang 2016. Saya tidak berpikir mereka memiliki keuntungan besar pada trek lurus seperti tahun lalu. Contohnya Vinales yang selalu tetap dekat dengan Yamahanya di lintasan lurus Mugello.”

Jadi Dovi sempurna?
“Andrea benar-benar mengendarai motor dengan baik, melakukan balapan cerdas. Sedangkan Valentino tidak dalam kondisi prima, juga Honda dengan permasalahan bannya. Balapan ini akan jadi salah satu yang terbaik dalam karier Dovi.”
Sekarang Dovi ada di peringkat kedua klasemen sementara pembalap. Masuk akal baginya memikirkan gelar juara dunia?

“Bisa jadi. Ini mengejutkan. Jika motornya bertahan, dia memiliki semua hal untuk tetap bertahan sampai akhir kejuaraan, dan bahkan memperebutkan gelar juara dunia, yang akan jadi terbaik sepanjang kariernya.”

Apa yang Anda katakan tentang Petrucci?
“Menakjubkan. Saya belum pernah melihatnya begitu kuat di lomba kering. Di kualifikasi, dia sudah menunjukkan bahwa dia kompetitif, plus dia berhasil mengalahkan Rossi. Balapan ini bisa jadi titik balik buatnya, dan dia memiliki motor yang tepat untuk melakukannya dengan baik.”

Di sisi lain, kita melihat sesuatu yang jauh berbeda dari Lorenzo dan Iannone?
“Sayangnya, dalam pergantian motor keduanya seakan kehilangan sesuatu. Di Mugello tidak terpikirkan melihat Jorge terpaut sejauh ini dari barisan depan, dan hal yang sama berlaku untuk Iannone. Jika mereka bisa kembali, saya tidak tahu apakah Suzuki dan Ducati akan membuat pilihan yang sama.”

Vinales selalu ada di depan?
“Maverick adalah pembalap dengan pengalaman. Sepertinya dia sudah berpacu selama bertahun-tahun di MotoGP. Dia menunjukkan bahwa dia tahu bagaimana menyelesaikan dan mengelola balapan, plus dia tidak memiliki titik lemah. Saya pikir ini adalah masalah utama bagi lawan-lawannya. Karena dia juga memiliki kepercayaan besar pada motornya.”

Komentar terakhir tentang Honda. Benarkah mereka hancur di Mugello?
“Mereka mendapat pukulan keras, seolah-olah kecelakaan yang dialami Pedrosa dan Crutchlow belum cukup. Mugello adalah Grand Prix terburuk mereka musim ini. Mereka perlu segera bangun, karena jika tidak, Marquez berisiko terancam tidak bisa menyelamatkan kejuaraan ini.”




Sumber: Sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1484 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1434 kali

sahabat total episode 1