Lorenzo Tolak Sistem Flag to Flag di MotoGP

itoday - Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, menyatakan tak setuju dengan sistem flag to flag yang saat ini diterapkan di ajang MotoGP.

Lorenzo menilai balapan flag to flag memiliki risiko yang tinggi bagi para pebalap karena kondisi pit MotoGP belum teratur seperti F1.

"MotoGP bukan F1, karena kami tak punya budaya untuk mengganti ban. F1 lebih baik dan lebih siap. Sedangkan agak aneh melihat situasi di MotoGP ketika semua orang ada di pit."

"Saya menolak sistem ini karena terbilang berbahaya. Lihat saja apa yang terjadi pada Andrea Iannone. Beruntung bahwa tak ada satupun yang terluka," kata Lorenzo seperti dikutip dari Motorsport.

Lorenzo menyatakan bahwa dirinya sempat mengajukan protes secara resmi pada Dorna agar ada perubaham pada sistem flag to flag.

"Namun pada akhirnya Dorna adalah pihak yang memutuskan. Mereka yang menyelenggarakan balapan meski kami sebenarnya bisa mendiskusikan hal ini di Komisi Keselamatan."

"Saya sudah mengajukan proposal tentang perubahan ini. Namun pada akhirnya Dorna lebih memprioritaskan pertunjukan balapan meski hal ini juga mengundang banyak risiko," kata pebalap asal Spanyol ini.

Flag to flag adalah kondisi ketika pebalap bisa mengganti motor di saat kondisi lintasan berubah secara drastis. Pada balapan GP Rep.Ceko, flag to flag diaplikasikan karena lintasan kering dengan cepat setelah sempat diguyur hujan.

Lorenzo sempat tampil kompetitif di awal balapan, namun kemudian gagal bersaing setelah menunggangi motor kedua. Ia pun harus puas finis di peringkat ke-15.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1297 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1249 kali

sahabat total episode 1