Hindari Propaganda Politik, Twitter Terapkan Aturan Baru

itoday - Twitter terus berbenah terhadap layanan yang mereka miliki. Untuk membatasi propaganda politik yang dilakukan pengguna, aplikasi burung berkicau ini pun membuat aturan baru.

Melalui peraturan baru yang dibuat, Twitter  melarang penggunanya mengunggah tweet yang sama secara massal menggunakan bot. 

Dengan begitu pengguna kini tidak dapat memposting hal yang sama dari beberapa akun secara bersamaan. Bahkan untuk sekedar  menyukai, retweet atau mengikuti seseorang dari beberapa akun.

"Langkah ini untuk memastikan bahwa kami selalu siap menghadapi kegiatan jahat yang menargetkan pembicaraan penting di Twitter.  Termasuk pemilu di Amerika Serikat dan di berbagai negar di seluruh dunia," tulis Twitter, dikutip dari The Verge, Jumat (23/2/2018).

Oleh karena itu, ketika pengguna ingin melakukan tersebut melalui aplikasi TweetDeck dan aplikasi buatan pihak ketiga lainnya sudah pasti tidak akan bisa dilakukan mulai 23 Maret mendatang.

Namun, peraturan ini tidak berlaku untuk notifikasi terkait cuaca, keadaan darurat atau pengumuman terkait masyarakat lain yang memengaruhi banyak orang. Jadi peringatan atas tsunami misalnya akan tetap bisa diunggah melalui beberapa akun sekaligus.

Komentar

Artikel Terkait

Sabtu, , 24 Februari 2018 - 03:46 WIB

Hindari Propaganda Politik, Twitter Terapkan Aturan Baru

Senin, , 04 Desember 2017 - 11:38 WIB

Akun Twitter Kemlu Minta Maaf Soal Postingan Porno

Selasa, , 24 Oktober 2017 - 12:22 WIB

Jenderal Gatot Ditolak AS, Akun Twitter TNI Bikin Heboh!