Awas, WhatsApp Abal-Abal Bisa Curi Data Pengguna

itoday -WhatsApp lagi-lagi dikabarkan bisa berpotensi mencuri data penggunanya. Namun WhatsApp yang dimaksud ternyata adalah WhatsApp abal-abal.

Informasi ini diungkap dari sebuah penelitian perusahaan riset Malwarebytes. Mereka mengklaim, ada aplikasi WhatsApp palsu bernama WhatsApp Plus. Aplikasi palsu tersebut memang tak bisa ditemukan di toko aplikasi Google Play Store apa Apple App Store, tetapi ia justru berseliweran di blog dan forum online secara bebas.

Kalau pengguna mengunduh dan membuka aplikasi tersebut, mereka akan langsung disuguhkan logo WhatsApp dengan warna emas. Di dalamnya, ada beberapa opsi untuk menyetujui ketentuan dan tombol melanjutkan.

Kalau tombol hijau di-tap, pengguna akan diinformasikan kalau WhatsApp yang diinstal adalah versi lama. Oleh sebab itu, pengguna bakal diberikan pilihan untuk mengunjungi laman Google Play Store untuk mengunduh versi terbaru WhatsApp atau memilih tombol download.

Karena repot beralih ke laman Play Store, pengguna justru akan memilih opsi download. Jika tombol ini ditekan, mereka akan dibawa ke sebuah laman yang bertuliskan bahasa Arab.

Malwarebytes mengatakan, WhatsApp palsu ini memiliki fitur yang justru tak ada di WhatsApp asli, yaitu menjalankan empat akun WhatsApp yang berbeda secara bersamaan dan menyembunyikan notifikasi 'typing' alias sedang mengetik.

Menurut informasi yang dilansir Express pada Minggu (8/4/2018), aplikasi tersebut juga berpotensi besar mencuri data pribadi korban, seperti nomor ponse, nama pengguna, bahkan isi dari pesan yang dikirim atau diterima.

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 09 April 2018 - 11:43 WIB

Awas, WhatsApp Abal-Abal Bisa Curi Data Pengguna