Hacker Coba Bobol Jaringan Komputer Parlemen Australia

 

"Sudah dilihat oleh beberapa orang tudingan semacam itu tidak memberikan banyak manfaat sekaligus menarik kritik dan kemarahan dari pemerintah China," imbuhnya.

Australia bergabung dengan Amerika Serikat pada Desember lalu dalam mengutuk kelompok peretasan yang didukung China karena mencoba mencuri kekayaan intelektual. Tetapi pemerintah Canberra belum secara terbuka meminta China untuk bertanggung jawab atas serangan dunia maya lainnya yang menurut para pakar keamanan nasional tampaknya memiliki sidik jari.

Tahun lalu, para pakar keamanan mengatakan bahwa alat yang biasa digunakan oleh peretas China telah dikerahkan dalam serangan terhadap Departemen Pertahanan dan Universitas Nasional Australia. Pada 2013, pencurian cetak biru rahasia untuk markas baru Organisasi Keamanan Australia juga dilaporkan dikaitkan dengan China.

"Lebih banyak informasi akan keluar, tetapi mungkin tidak ada atribusi resmi," kata Hanson tentang serangan terhadap sistem Parlemen. 

"Pada akhirnya, itu hanya mendorong perilaku buruk," tukasnya.

 

(Sumber)

 

 

Komentar

Artikel Terkait