Adu Ponsel Sultan: Apple iPhone XR vs Huawei Mate 20 Pro

Banderol harga menyentuh angka belasan juta rupiah sama sekali tidak mengurangi pesona ponsel-ponsel yang menghuni kelas flagship. Malahan, tingginya harga ponsel flagship justru menambah nilai prestisius sehingga secara tidak langsung memberi nilai tambah bagi produk tersebut.

Di kelas flagship, akhir tahun lalu ditutup manis dengan kehadiran jajaran iPhone X seri terbaru dan Mate 20 Series secara resmi di tanah air. Menyambung keriaan tersebut, PULSA akan mengkomparasi antara iPhone XR dan Mate 20 Pro, keduanya merupakan produk paling mendekati dari segi harga.


Desain

Dari 3 varian iPhone X generasi terbaru, iPhone XR punya varian warna paling dinamis dengan pilihan colorful. Cocok dengan karakter milenial yang trendy dan mengutamakan tampilan. Di pihak Huawei, Mate 20 Pro juga punya banyak pilihan warna mulai dari yang terkesan dinamis semisal Twilight, Emerald Blue, Midnight Blue atupun Pink Gold, hingga yang terkesan serius seperti varian warna hitam.

Kebetulan yang PULSA bandingkan kali ini merupakan varian biru pada iPhone XR dan hitam pada Mate 20 Pro, sehingga karakter yang dihadirkan oleh keduanya tampak bertolak belakang. iPhone XR terkesan playful, sedang Mate 20 Pro tampak lebih fokus dan elegan.

Namun kesan yang dihadirkan oleh tampilan fisik pada masing-masing ponsel ini bersifat relatif, dan sangat mungkin berbeda jika dihadapkan pada individu berbeda, apalagi jika finishing warna yang dihadapkan juga berbeda.

Terlepas dari hal tersebut, Mate 20 Pro tampak lebih bongsor dibanding iPhone XR. Bodi Mate 20 Pro yang lebih panjang dari sang kompetitor berkontribusi besar pada kesan ini. Padahal ini tidak sepenuhnya benar, sebab jika ditumpuk, tampak bodi iPhone XR lebih lebar dibandingkan Mate 20 Pro. Lebarnya bodi iPhone XR merupakan sumbangsih dari bezel di sekitar layarnya yang cukup tebal untuk kategori layar bezel-less.

Secara garis besar, material dan desain keduanya memiliki kemiripan, panel kaca di kedua sisi dan logam di sekelilingnya. Bedanya, kedua sisi kaca milik Mate 20 Pro terlihat begitu melengkung di sisi kanan dan kiri yang semakin membuat layar Mate 20 Pro terkesan memenuhi sisi depan. Sedang di sisi belakang  sisi melengkung memberikan rasa ergonomis saat menggengam ponsel ini.

Selain itu, area logam di sekeliling ponsel pada Mate 20 Pro juga menipis di sisi kanan dan kiri, sedangkan pada iPhone XR, lebar area logam tetap sama.


Display

Menentukan layar siapa yang lebih baik diantara Mate 20 Pro dan iPhone XR, sungguh tidak sulit. PULSA bahkan sudah menduga sejak melihat spesifikasi panel layar keduanya.

Mulai dari soal ukuran. Layar Mate 20 Pro tidak hanya punya bentang diagonal yang lebih besar dibanding iPhone XR, melainkan juga resolusi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan iPhone XR. Resolusi QHD+ milik Mate 20 Pro sama dengan 4X lebih besar dari resolusi HD+ kepunyaan iPhone XR.

Jika Anda terbiasa menikmati konten video dengan resolusi HD atau dibawahnya, mungkin Anda tidak akan memiliki keluhan dengan kualitas detail yang disajikan iPhone XR. Namun jika layar iPhone XR disandingkan dengan layar milik Mate 20 Pro dan kemudian memutar konten video dengan resolusi Full HD (1080p) atau lebih dari itu, Anda pasti akan langsung melihat kelas yang berbeda jauh diantara keduanya. Bahkan untuk mata yang tidak terlatih sekalipun.

Terlepas dari itu, layar berpanel LCD dengan resolusi sebatas HD+ (bahkan tidak mencapai Full-HD) rasanya tidak layak ada pada smartphone dengan banderol harga menyentuh angka 15 juta rupiah.

Belum lagi jika kita membahas tentang karakter warna pada sajian layar keduanya. Meski masing-masing panel, baik AMOLED maupun LCD memiliki kelebihannya masing-masing, namun secara umum panel AMOLED relatif lebih baik dibanding LCD.

Panel AMOLED memiliki kontras warna yang lebih baik dibandingkan LCD. Response time dan FPS yang lebih tinggi juga dimiliki layar AMOLED jika dibandingkan dengan LCD. Tak hanya itu, kemampuan untuk “menyalakan” setiap piksel yang diwakili oleh LED RGB yang ada pada panel layar secara independen membuat panel ini relatif lebih hemat daya, terutama jika banyak menampilkan warna gelap.

Hal yang sama juga membuat piksel yang menampilkan warna hitam pada layar AMOLED menjadi lebih pekat. Sebab untuk menampilkan warna hitam, layar AMOLED akan mematikan piksel tersebut sedang pada layar LCD, piksel tersebut tetap menyala dengan intensitas cahaya yang sangat rendah. Sehingga warna hitam pada layar AMOLED ada di tingkat kepekatan yang tidak akan bisa dicapai oleh layar IPS LCD.

Sistem Operasi

Pada bidang satu ini, rasanya sulit untuk membandingkan antar iPhone XR dan Mate 20 Pro. Pasalnya, kedua ponsel menggunakan platform yang berbeda, iPhone XR dengan iOS (tentu saja), sementara Mate 20 Pro menggunakan Android. Meski demikian, ada benang merah diantara keduanya. Yakni masing-masing sistem operasi hadir dalam versi terbarunya pada kedua ponsel ini. iPhone XR dengan iOS 12, sedang Android Pie (9.0) tersemat pada Mate 20 Pro.

Masing-masing OS memiliki kelebihannya tersendiri. Jadi jangan coba-coba menanyakan mana yang lebih unggul diantara kedua sistem operasi ini kepada “fanboy” salah satu OS. Sebab fanboy Apple tentu akan membela mati-matian iOS dengan dalil efisiensi antara hardware dan software yang digunakan oleh iPhone XR, ekosistem iDevices yang mumpuni, dan banyak hal lainnya.

Sementara pengguna yang terlanjur nyaman dengan Android tentu akan mengedepankan keunggulan sistem operasi besutan Google ini dalam hal “keterbukaan” dan kedinamisan source code-nya untuk dikembangkan.


Hardware

Sektor hardware menjadi bagian paling menarik untuk dibahas pada perbandingan ini. Yang pertama, setidaknya ada 2 kesamaan antara chipset yang digunakan oleh masing-masing ponsel. Yang pertama, baik iPhone XR maupun Mate 20 Pro, menggunakan chipset yang dibuat oleh masing-masing pabrikan sendiri. iPhone XR ditenagai A12 Bionic besutan Apple, sedang Mate 20 Pro didukung oleh Kirin 980, di balik dapur pacunya. Kirin 980 merupakan chipset paling anyar dari HiSilicon, perusahaan semikonduktor yang notabene sepenuhnya dimiliki oleh Huawei.

Persamaan berikutnya adalah kedua chipset yang digunakan telah mengadopsi fabrikasi 7nm. Teknologi ini merupakan yang tercanggih yang ada saat ini. Dengan ukuran ini, Kirin 980 kabarnya membawa lebih sekitar 6,9 miliar transistor pada area yang hanya berukuran 1 cm persegi. Hal ini tentu berkontribusi besar pada peningkatan performa yang signifikan.

Kirin 980 diklaim mampu memberikan kinerja 20% lebih cepat dan penghematan daya hingga 40% lebih baik dibanding SoC lain yang menggunakan fabrikasi 10nm. Sedangkan A12 Bionic, diklaim 15% lebih cepat dan 40% lebih hemat daya dibandingkan A11 (chipset Apple generasi sebelumnya yang digunakan iPhone 8 dan iPhone X).

Terkait teknologi fabrikasi 7 nm ini, kedua pabrikan pun berlomba melakukan klaim tentang siapa yang pertama menghadirkannya. Huawei mengklaim bahwa Kirin 980 merupakan prosesor 7nm pertama di dunia, sebab chipset ini memang dikenalkan pada gelaran IFA 2018, tepatnya tanggal 31 Agustus 2018. Namun, sejatinya chipset ini benar-benar hadir lewat Mate 20 Series yang diluncurkan pada medio Oktober.

Sementara itu, klaim Apple tentang A12 Bionic adalah chipset pertama dengan teknologi 7nm didasari oleh fakta bahwa produk yang membawa chipset ini memang hadir lebih dulu ke pasar dibandingkan Mate 20 Series. Tepatnya pada pertengahan September, lewat iPhone XR, XS dan XS Max.

Meski banyak persamaan, ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya. A12 Bionic pada iPhone XR membawa CPU 6 inti (hexa-core) sedangkan Kirin 980 membawa CPU 8 inti (octa-core).

Lebih lanjut, dari 6 inti prosesor (core) yang dimiliki CPU A12 Bionic, 2 diantaranya berkecepatan tinggi (2.5 GHz) untuk mengakomodasi pemprosesan yang membutuhkan performa tinggi, sedang 4 sisanya berkecepatan lebih rendah (1.6 GHz) untuk pemprosesan yang lebih ringan, sehingga lebih hemat daya.

Sementara itu, 8 inti prosesor (octa core) milik Kirin 980 dibagi atas 3 bagian (cluster). Cluster pertama terdiri dari 2 core berbasis 2.6GHz yang akan mengerjakan berbagai pemprosesan yang membutuhkan kinerja yang spontan dan intensif.  Kemudian di cluster kedua ada 2 core dengan kecepatan sedikit lebih rendah yaitu 1.92GHz yang akan menangani pemprosesan yang membutuhkan kinerja berkelanjutan namun lebih hemat energy. Dan yang terakhir ada 4 core sisanya dengan kecepatan masing-masing core 1.8GHz. Cluster ini mengurusi pemprosesan yang ringan atau aktifitas aplikasi-aplikasi yang berjalan di background, dengan efisiensi daya yang sangat tinggi.

Beralih ke memori, baik RAM maupun ruang penyimpanan internal. Mate 20 Pro mengandakan apa yang dimiliki oleh varian iPhone XR termurah ini (3/64GB VS 6/128GB). iPhone XR tentu saja memiliki varian lain yang mampu mengimbangi memori internal Mate 20 Pro namun banderol harga tentu lebih mahal (Rp. 16.499.000,-).

Menggunakan aplikasi benchmarking, tampak iPhone XR mendapatkan skor yang lebih tinggi, baik pada aplikasi Antutu Benchmark maupun Geekbench. Namun hal ini tidak serta merta berarti bahwa iPhone XR menawarkan pengalaman yang lebih baik, sebab kendati menggunakan aplikasi yang sama namun parameter yang digunakan tampaknya tidak sama pada platform iOS dan Android.

iPhone XR

Huawei Mate 20 Pro

Terlepas dari itu, Keduanya memiliki performa yang sama-sama super ngebut dan bebas lag. Multitasking dan game dengan kualitas grafis tinggi tentu bukan masalah berarti bagi keduanya.

Baterai iPhone XR

Baterai Huawei Mate 20 Pro

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 08 Maret 2019 - 07:16 WIB

iPhone XR: Varian Termurah Banyak Pilihan Warna