Honor 10 vs Samsung Galaxy A8 Star: Duel Smartphone High-End 6 Jutaan

Meski penjualan smartphone di pasar ponsel tanah air masih didominasi oleh perangkat smartphone dengan harga yang terjangkau. Namun perkembangan smartphone segmen kelas atas juga mengalami perkembangan yang cukup menarik. Hal ini diketahui semakin banyaknya smartphone dengan harga yang mahal yang tersedia di pasaran. Vendor yang menghadirkan smartphone kelas atas juga cukup banyak sebut saja Samsung, Honor, Huawei dan Oppo. Vendor smartphone ini cukup rajin menghadirkan smartphone kelas atasnya di Indonesia.

Samsung Galaxy A8 Star dan Honor 10 merupakan perangkat smartphone yang memiliki harga jual Rp6 jutaan yang hingga saat ini masih beredar luas di pasaran. Dengan menawarkan spesifikasi serta fitur yang sangat menggoda kedua smartphone ini juga hadir dengan membawa fungsionalitas yang lengkap untuk mendukung aktivitas pengguna millennial saat ini. Namun, dari kedua smartphone ini manakah yang lebih menggoda untuk dimiliki?

Untuk lebih jelasnya, berikut PULSA hadirkan komparasi kedua smartphone ini mulai dari spesifikasi serta fitur yang ditanamkan serta kemampuan menarik yang dimilikinya.


Desain

Kita mulai dari sisi desain yang ditanamkan, kedua smartphone ini memiliki ukuran desain yang sangat berbeda. Samsung Galaxy A8 Star tampil bongsor dengan dimensi bodi 162.4 x 77 x 7.6 mm dan bobot yang mencapai 191 gram. Besarnya ukuran bodi yang tertanam pada perangkat ini berimbas pada ukuran layar yang ditanamkan. Galaxy A8 Star hadir dengan panel layar berukuran 6.3 inci. Sementara itu, Honor 10 hadir dengan ukuran desain yang jauh lebih mungil. Smartphone ini memiliki dimensi bodi 149.6 x 71.2 x 7.7 mm dan bobot hanya 153 gram saja. Smartphone ini memiliki ukuran layar hanya 5.84 inci saja.

Kedua smartphone ini hadir dengan konsep desain yang kekinian. Baik Honor 10 maupun Galaxy A8 Star memiliki tampilan desain yang mirip dengan smartphone flagship kekinian yang hadir dengan desain bezel-less yang dikombinasikan dengan bodi yang slim.

Untuk Galaxy A8 Star,meskipun smartphone yang memiliki ukuran layar yang besar, namun perangkat ini tidak memiliki poni (notch) dibagian atas layarnya. Meski begitu, hal itu tidak terlalu berpengaruh pada tampilan yang ditawarkan. Memiliki ukuran bodi yang bongsor, hal ini cukup menyulitkan pengguna yang memiliki ukuran tangan yang mungil terutama kaum hawa. Selain itu, bobot bodi yang cukup berat membuat pengguna tidak bisa berlama-lama dalam menggunakan perangkat smartphonenya dalam beraktivitas. Namun, Galaxy A8 Star memiliki keunggulan tersendiri dimana perangkat ini sudah dibekali dengan tombol khusus yang dipersembahkan untuk fitur asisten virtual mereka, Bixby. Peletakan tombol ini pun masih sama yakni di sebelah kiri, posisinya di bawah tombol volume.

Sementara itu, Honor 10 yang hadir dengan ukuran layar yang lebih mungil hadir dengan tampilan desain yang sangat kekinian. Layar berponi di bagian depan ditambah kover bodi belakang yang dibalut dengan warna yang menggoda membuat perangkat ini tampil sangat menarik. Kedua smartphone ini hadir dengan material bodi yang didominasi oleh kaca baik bagian depan maupun bagian belakang yang ditanamkan.

Kedua smartphone ini juga sama-sama mengusung kamera ganda di bagian belakang namun memiliki konfigurasi yang berbeda. Selain itu, kedua smartphone ini juga sama-sama dibekali dengan sensor sidik jari namun penempatannya berbeda. Galaxy A8 Star menempatkan sensor sidik jari di bagian belakang yang posisinya tepat di bagian tengah sebelah sensor kamera. Sementara itu, sensor sidik jari pada Honor 10 hadir di bagian depan perangkat tepatnya di bagian bawah layar.

Semakin menarik, kedua smartphone ini sudah dibekali dengan frame aluminum sudah menggunakan port USB Type-C sebagai gerbang koneksi  kabel data dan charger, yang juga dapat difungsikan sebagai penghubung ke jack audio 3.5mm, namun ponsel ini masih menyediakan port audio jack 3.5mm khusus. Berbeda dengan Galaxy A8 Star, Honor 10 tidak memiliki tombol khusus untuk menghubungkannya ke asisten virtual.


Display

Dari sektor layar, kedua smartphone ini memiliki tampilan yang sangat berbeda diantara keduanya. Sebagian smartphone kelas atas, Galaxy A8 Star sudah dibekali dengan panel layar Super AMOLED. Soal kualitas serta ketajaman gambar, layar Samsung ini memang bisa dibilang sudah cukup sempurna. Samsung Galaxy A8 Star mengusung layar berukuran 6.3 inci dengan resolusi Full HD+. Rasio aspek layar ponsel ini sama seperti Galaxy Note 8 yakni 18.5:9. Tentunya membuat area pandang jadi terasa luas. Cocok untuk menampilkan konten multimedia seperti tayangan video. Satu hal yang patut disayangkan, konten video yang ditampilkan secara default ternyata masih banyak yang belum mendukung aspect ratio ini. Otomatis saat orientasi tampilan dibuat full screen, tayangan video akan terlihat seperti melar (stretch). Untuk memberikan kenyamanan pengguna, Galaxy A8 Star menyediakan pengaturan layar yang cukup komplit dan bisa ditelusuri dengan mudah.

Untuk memaksimalkan fungsinya, Galaxy A8 Star sudah dibekali dengan fitur ‘Blue light filter’ untuk kenyamanan mata saat memandang layar dalam waktu lama. Fitur khas Samsung lainnya yang juga tetap dibawa ponsel ini adalah Smart Stay. Dengan mengaktifkan fitur ini, layar akan tetap menyala saat sensor mendeteksi wajah. Untuk memberi kenyamanan saat mengakses layar menggunakan satu tangan, Galaxy A8 Star juga menyediakan pengaturan One Hand Mode. Pengoperasiannya bisa lewat gesture dengan menarik pojok bawah layar secara diagonal, atau dengan men-tap tombol home tiga kali.

Sementara itu, Honor 10 yang memiliki ukuran layar yang lebih mungil hadir desain layar fullscreen ber-rasio 19:9 yang memenuhi sekitar 80% dari area muka. Ukuran layar yang mendekati 6 inci milik Honor tidak membuat fisiknya secara keseluruhan jadi ikutan bongsor. Ada notch di area atas layar yang menampung kamera, earpiece, lampu notifikasi dan beberapa sensor. Sejak kemunculannya, tren layar berponi atau notch seolah membagi pengguna ke dalam dua kubu, pro dan kontra. Dalam hal ini, Honor 10 tampak mampu mengakomodasi keduanya. Jika Anda termasuk pengguna yang tidak suka dengan desain semisal ini, Anda bisa menyembunyikan notch-nya lewat pengaturan. Fitur lain di sektor layar adalah smart resolution. Ketika fitur ini diaktifkan, layar secara otomatis akan menurunkan resolusi pada kondisi tertentu untuk menghemat daya. Misalnya saat menjalankan aplikasi yang tidak membutuhkan resolusi hingga Full HD+ (2160x1080). Pengguna juga bisa menurunkan resolusi secara manual ke tingkat HD+ (1440x720) untuk menghemat daya baterai.

Honor 10 juga membawa fitur pintar Smart rotate. Jika fitur ini diaktifkan, pengguna tidak perlu khawatir orientasi layar ponsel berubah saat menggunakan ponsel sambil berbaring, orientasi layar akan tetap mengikuti orientasi mata pengguna.

OS, Antarmuka & Security

Meski sama-sama sudah lama beredar di pasaran, untuk sistem operasi yang ditanamkan Honor 10 sudah mendapatkan update OS versi terbaru yakni Android 9.0 Pie. Sementara itu, Samsung Galaxy A8 Star masih menggunakan OS versi lama yakni Android 8.0 Oreo. Tak hanya itu, aplikasi yang tertanam pada kedua smartphone ini juga sangat berbeda jauh. Honor membenamkan banyak aplikasi tambahan di perangkat ini. Namun, Samsung hanya menyematkan aplikasi dasar pada sebuah perangkat smartphone.

Sedangkan untuk Honor 10, meski sudah mendapatkan update OS versi terbaru namun, secara keseluruhan tampilan yang disediakan tidak banyak berubah dari versi sebelumnya. Semua aplikasi langsung disajikan di panel Homescreen tanpa App Drawer secara default. Di panel paling kiri ada HiBoard yang berfungsi mirip seperti Google Now. Semua info penting bagi pengguna akan muncul di panel ini. Tersedia juga pilihan jalan pintas (shortcut) untuk menjalankan berbagai fungsi tertentu pada aplikasi yang terinstall di ponsel ini.

Yang menarik adalah keberadaan GPU Turbo, EMUI berperan sebagai penghubung antara graphic API pada sebuah aplikasi dengan GPU pada chipset (SoC). GPU Turbo membuat pekerjaan GPU menjadi lebih efisien diantaranya dengan memutuskan bagian mana pada frame yang perlu di-render ulang dan bagian mana yang tidak perlu di-render. Dengan demikian, Honor mengklaim bahwa GPU Turbo membuat performa GPU meningkat hingga 60% namun dan dalam waktu bersamaan menghemat konsumsi daya oleh SoC hingga 30% berkat efisiensi yang dihadirkan.

Pada menu pengaturan (settings), terdapat pilihan tambahan bernama Smart Assistance yang telah ada pada ponsel lain yang juga menggunakan EMUI. Pilihan yang tersedia diantaranya HiTouch, One Handed UI, Motion Control dan Voice Control.

Sementara untuk keamanan, baik Honor 10 maupun Samsung Galaxy A8 Star sudah dilengkapi dengan fitur face unlock, selain sudah ada fitur biometrik semisal fingerprint unlock.


Kamera

Sebagai smartphone dengan harga 6 jutaan rupiah, kedua smartphone ini sudah dibekali dengan fasilitas fotografi yang sangat mumpuni dikelasnya.

Honor 10 dilengkapi kamera utama kembar dengan konfigurasi sebuah sensor kamera RGB (berwarna) dengan resolusi 16 MP, ditambah sebuah sensor kamera monokrom (hitam-putih) dengan resolusi lebih tinggi, yakni 24MP. Keduanya bekerja dibalik lensa dengan bukaan f/1.8. Hal tak kalah menarik ada pada fitur yang disediakan sektor kamera. Yang paling utama mendapatkan perhatian tentu saja fitur AI Photography. Fitur AI Photography dapat mengenali hingga 22 jenis kategori objek yang paling sering menjadi objek bidikan kamera ponsel, mulai dari portret manusia, hewan peliharaan, bunga, arsitektur, pemandangan dan sebagainya.

Ada 5 mode yang tertampil di interface utama kamera diantaranya, Aperture, Potrait, Photo, Video, AR Lens. Namun bukan berarti hanya itu fitur yang disediakan. Masih ada setidaknya 14 pilihan mode lain pada pilihan More, mulai dari Pro, Slo-Mo, Monochrome, Time Lapse, 3D Creator dan lainnya.

Sementara itu, Galaxy A8 Star menanamkan sensor dual camera di bagian belakang dengan kamera utama 24 MP + 16 MP yang memiliki bukaan lensa masing-masing f/1.7. Aperture ini digadang-gadang lebih cerdas dalam menyesuaikan kamera dengan kondisi pencahayaan sekitar. Kamera utama ponsel ini juga disokong fitur Phase Detection Auto Focus (PDAF), yang bisa mendeteksi fokus foto dengan cepat dan akurat termasuk untuk obyek bergerak. Meski tak dibekali dengan fitur AI, kamera Galaxy A8 Star ini menyertakan fitur Live Focus yang memungkinkan Anda untuk mengatur tingkat depth of field secara manual dan langsung tertampil di viewfinder kamera. Tidak hanya itu saja, lewat teknologi yang dimilikinya, Anda juga masih dimungkinkan untuk mengatur ulang kualitas bokeh langsung dari hasil jepretan di galeri foto.

Berbicara kualitas kamera belakang yang dihasilkan, kedua smartphone ini memiliki kualitas yang sama baiknya dengan mampu menghadirkan kualitas foto yang yang memiliki detil tajam dan solid serta warna yang terlihat natural.

Beralih ke sektor kamera depan, Galaxy A8 Star juga cukup memanjakan pecinta selfie. Apiknya lagi, kamera depan ponsel ini sudah mengusung sensor berkekuatan 24 MP dengan bukaan f/2.0. Tak jauh berbeda dengan Samsung, Honor 10 juga menyematkan kamera depan dengan sensor kamera 24MP yang dipadu lensa dengan bukaan f/2.0. Membuat foto dengan efek bokeh atau dipercantik dengan fitur beauty tentu bukan masalah bagi kamera selfie Honor 10. Yang menarik adalah fitur 3D lighting yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan efek pencahayaan (lighting) buatan untuk ber-selfie.

Berbicara hasil kamera depan yang dihasilkan, kedua smartphone ini sama-sama memanjakan pengguna selfie dengan hasil kamera yang memiliki fitur yang mampu memanipulasi wajah pengguna untuk tampil lebih cantik.


Hardware

Dari sektor kinerja, kedua smartphone yang memiliki harga jual 6 jutaan ini memiliki dukungan prosesor yang berbeda. Honor 10 menggunakan chipset kelas atas buatan Huawei yakni Kirin 970 yang sudah teruji kualitasnya dalam mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam beraktivitas. Sementara itu, Samsung hanya menyematkan chipset kelas menengah yang biasa digunakan pada smartphone dengan harga 3 juta hingga 4 jutaan. Meski begitu, chipset yang tertanam yakni Qualcomm Snapdragon 660 ini juga memiliki kualitas yang mumpuni dalam mengakomodasi kebutuhan pengguna meski tidak sebagus kualitas Kirin 970. Hal ini terlihat dari uji benchmark kedua smartphone ini yang sangat jauh berbeda hasilnya.

Tak hanya dukungan chipset yang berbeda kualitasnya, dukungan kapasitas memory internal kedua smartphone ini juga sangat jauh berbeda. Galaxy A8 Star hanya menyematkan memory internal sebesar 64GB sedangkan Honor 10 hadir dengan memory internal yang dua kali lebih besar yakni 128GB. Sementara untuk kapasitas RAM, kedua smartphone ini sama-sama membenamkan RAM sebesar 4GB untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari.

Hanya di atas kertas, berdasarkan benchmark yang penulis lakukan, dari berbagai software skor Honor 10 berada di atas Galaxy A8 Star. Misalnya, untuk benchmark AnTuTu, Honor 10 berhasil mencetak skor 197731, sementara Galaxy A8 Star hanya mendapatkan skor ada di kisaran 138474.

Beralih ke sektor penyuplai daya, Honor 10 ditenagai oleh baterai berkapasitas 3400 mAh berbanding 3700 mAh milik Samsung Galaxy A8 Star. Berdasarkan pengujian, baterai Honor 10 terkurasi hingga 15% ketika digunakan untuk main game HD selama satu jam. Sementara Redmi Note 5, dengan aktivitas yang sama baterainya terkuras sebanyak 13%. Hal ini bisa dibilang wajar, mengingat kapasitas baterai Galaxy A8 Star lebih besar dibanding milik Honor 10.


Konektivitas

Tersedia di pasaran dengan harga jual 6 jutaan rupiah, kedua smartphone ini hadir dengan fasilitas koneksi yang cukup lengkap. Kedua smartphone ini sudah mendukung jaringan 4G LTE dengan kecepatan unduh dan upload berkecepatan tinggi. Namun kualitas kecepatan yang ditawarkan oleh Honor 10 sedikit lebih baik dimana perangkat ini sudah mendukung jaringan 4G LTE Cat.16, sementara Galaxy A8 Star masih mendukung jaringan 4G LTE Cat.9. Namun dari sisi koneksi Bluetooth yang ditanamkan, Galaxy A8 Star sudah menggunakan versi terbaru yakni 5.0 dibandingkan dengan Honor yang masih menggunakan Bluetooth 4.2. Namun kedua smartphone ini sudah memiliki koneksi NFC yang mulai dibutuhkan oleh pengguna smartphone masa kini yang bisa dilakukan untuk melakukan aktivitas pembayar virtual. Selain itu, kedua smartphone ini juga sudah dibekali dengan akses WiFi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band serta WiFi Direct.

Kesimpulan

Setelah mengamati berbagai aspek yang ditawarkan bisa disimpulkan dari sisi desain, keduanya tampil apik. Honor 10, selain diracik  dengan bodi ringkas yang membuatnya enak untuk digenggam juga memiliki tampilan menawan. Selain itu, kover bodi yang memiliki warna ganda membuat perangkat ini tampil sangat menggoda. Sementara Galaxy A8 Star lebih menawarkan fungsi multimedia dengan besaran layar dan kualitas layar yang ditanamkan.

Sementara dari sektor kinerja, Honor 10 lebih digdaya dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan kemampuan multitasking, gaming, dan multimedia membuat perangkat ini lebih layak untuk dilirik.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 13 Juni 2019 - 13:43 WIB

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy M40

Kamis, , 13 Juni 2019 - 11:19 WIB

Samsung Galaxy A70: Kasta Tertinggi Galaxy A

Selasa, , 28 Mei 2019 - 18:25 WIB

Rapor Vendor Smartphone Q1 2019