Huawei Y7 Pro 2019 vs Samsung Galaxy J6+: Adu Versi 4/64 GB di Kisaran Harga Sama

Kehadiran Huawei Y7 Pro 2019 di awal tahun ini terbilang cukup menyita perhatian. Merangsek segmen pasar menengah, smartphone ini bisa dibilang memiliki modal yang memadai untuk dapat bersaing dengan para kompetitor. Bagaimana tidak, dari sisi desain Huawei Y7 Pro 2019 sudah tampil kekinian, sementara dukungan spesifikasi lainnya juga bukan ‘kaleng-kaleng’.

Seperti diketahui, segmen pasar menengah dihuni banyak produk lain yang bakal head-to-head dengan Huawei Y7 Pro 2019. Sebut saja Samsung Galaxy J6+ yang merupakan satu di antara banyak kompetitor smartphone terbaru Huawei tersebut. Jadi, cukup menarik bila membandingkan dua produk ini satu sama lain. Seperti apa? Simak saja uraian berikut.


Desain

Huawei Y7 Pro 2019: Dimensi 158,9 x 76,9 x 8,1 mm, 168 gram

Samsung Galaxy J6+: Dimensi 161,4 x 76,9 x 7,9 mm, 178 gram

Baik Huawei Y7 Pro 2019 maupun Samsung Galaxy J6+ sudah tampil dengan bodi memanjang, yang merupakan efek dari rasio layarnya. Huawei Y7 Pro 2019 menyuguhkan layar berasio 19:9 sementara Galaxy J6+ dengan rasio 18,5:9. Dalam hal ini keduanya sudah tampil kekinian. Kendati demikian, keduanya tetap menyuguhkan perbedaan yang cukup mencolok.

Tidak hanya sekadar lebih baru, dari sisi desain Huawei Y7 Pro 2019 sepertinya tampil lebih segar dengan notch ‘dewdrop’ yang diusungnya. Sementara Samsung Galaxy J6+ diracik dengan desain layar penuh tanpa disertai notch. Jadi, dengan mengusung layar penuh plus notch di atasnya, secara keseluruhan Huawei Y7 Pro 2019 tidak hanya lebih elegan dari sisi tampilan, tetapi juga lebih maksimal dalam hal pemanfaatan ruang di area muka.

Hal ini terlihat dari bezel, yang mana di area ini Huawei Y7 Pro 2019 nyaris terlihat tanpa bezel, terutama di sisi kiri-kanan dan atas layar smartphone ini. Adapun di bagian bawah layar, masih terlihat ada gap antara layar dan area tepi tetapi sudah menyempit. Berbeda dengan Galaxy J6+, kecuali layarnya yang sudah mengadopsi rasio 18,5:9, sejatinya kita masih mendapati area bezel yang relatif masih cukup tebal di bagian atas dan bawah layarnya. Alhasil, meski bentang layarnya tergolong luas, bodi Huawei Y7 Pro 2019 memiliki dimensi 158,9 x 76,9 x 8,1 mm hampir setara dengan ponsel berlayar 5.5 inci dengan aspek rasio standar (16:9). Tidak berbeda jauh, Galaxy J6+ juga tergolong ramping di mana bodi smartphone memiliki dimensi 161,4 x 76,9 x 7,9 mm.

Beralih ke konstruksi bodi, Huawei Y7 Pro (2019) memiliki bodi yang dibentuk dari kombinasi kaca pada bagian depan dan plastik di bagian belakang yang diracik sedemikian rupa hingga membuatnya terlihat sangat atraktif dan elegan. Lekukan-lekukan yang terdapat pada setiap sisi smartphone juga membuatnya terasa ergonomis dan enak untuk digenggam.

Soal konstruksi bodi, Samsung Galaxy J6+ mengombinasikan bingkai berbahan metal dengan panel belakang polikarbonat dengan sentuhan kaca. Nah, di balik lapisan kaca tersebut terlihat grid dot (titik-titik) samar yang membuatnya nampak eksotis. Sementara lengkungan yang tersaji di semua sisi Galaxy J6+ membuat smartphone terasa ergonomis dan solid ketika digenggam.


Huawei Dewdrop Display vs Infinity Display

Huawei Y7 Pro 2019: 6.26 inci,720 x 1520 piksel (~269ppi), 19:9 rasio, Huawei Dewdrop Display, IPS LCD

Samsung Galaxy J6+: 6.0 inci, 1480 x 720 piksel (~274 ppi) Infinity Display, 18,5:9 rasio, IPS LCD

Meski sama-sama mengadopsi konsep layar penuh, toh di antara Huawei Y7 Pro 2019 dan Samsung Galaxy J6+ memiliki perbedaan mencolok, terutama dari apa yang bisa kita lihat pada layar kedua ponsel ini. Tidak bisa dipungkiri, layar merupakan salah satu komponen terpenting dari sebuah smartphone. Tidak heran bila, sektor ini kerap menjadi hal yang diperhatikan, ketika konsumen membeli sebuah smartphone. Guna menjawab yang diinginkan konsumen, vendor smartphone pun berlomba-lomba menyuguhkan yang terbaik dari sisi display. Salah satunya dengan mengikuti tren yang berkembang.

Di sektor display, Huawei Y7 Pro 2019 yang lebih baru tampil dengan layar berdiagonal 6.26 inci beresolusi HD+ (720 x 1520 piksel). Jangan lupa, layar gacoan Huawei di segmen menengah ini bisa dibilang sudah cukup kekinian dan seiring tren yang ada. Selain tampil dengan layar yang menawarkan area pandang berasio 19:9, tidak ketinggalan pada bagian atas layarnya juga terdapat notch ala tetesan embun (Huawei Dewdrop Display). Seperti disebutkan Huawei Y7 Pro 2019 2019 yang mengadopsi layar notch tetesan embun tidak hanya membuatnya tampil lebih elegan, tetapi juga lebih maksimal dalam hal pemanfaatan ruang di area muka.

Adapun Samsung Galaxy J6+ yang sudah dirilis sejak September 2018 ini juga datang dengan layar penuh yang disebutnya sebagai Infinity Display. Ukuran layar smartphone ini sedikit lebih kecil, yakni 6 inci dengan resolusi 1480 x 720 piksel yang terbentang dengan rasio 18,5:9. Tidak seperti Huawei Y7 Pro 2019 yang tampil dengan notch di atasnya, layar Samsung Galaxy J6+ belum mengadopsi hal demikian.

Sementara layar Galaxy J6+ juga mengadopsi format persegi panjang dengan sudut menyiku, Huawei Y7 Pro 2019 menyuguhkan layar dengan bagian sudut menumpul dan nampak selaras dengan tampilan bodinya yang juga memiliki keempat sudut menumpul.

Menggunakan jenis layar yang sama, dari segi kecerahan dan responsivitas layarnya, baik Huawei Y7 Pro 2019 dan Galaxy J6+ relatif setara. Namun, untuk akses multi-touch Huawei Y7 Pro 2019 lebih baik karena sudah mendukung akses 10 titik secara bersamaan, sementara Galaxy J6+ berdasarkan pengujian hanya bisa diakses maksimal 5 titik.

OS dan Antarmuka

Huawei Y7 Pro 2019: Android 8.1 Oreo + EMUI 8.2

Samsung Galaxy J6+: Android 8.1 Oreo +  Samsung Experience 9.5

Untuk urusan software, baik Huawei Y7 Pro 2019 maupun Samsung Galaxy J6+ menjalankan Android 8.1 Oreo. Hanya pastinya kedua smartphone tersebut tampil dengan antarmuka kustom milik pabrikan masing-masing. Huawei Y7 Pro 2019 tampil dengan antarmuka EMUI 8.2. Sementara Galaxy J6+ menjalankan Samsung Experience 9.5. Praktis keduanya pun memberikan pengalaman pengguna yang berbeda.

Untuk Huawei Y7 Pro 2019, dengan EMUI 8.2 secara default pengalaman pengguna yang ditawarkan sudah begitu simpel, di mana semua aplikasi sudah tertampil langsung di homescreen alias tidak ada app drawer. Kendati demikian, jika pengguna merasa sudah terbiasa dengan app drawer, kita bisa memunculkannya lewat pengaturan di menu Settings> Display> Homescreen Style.

Kita juga bisa ke halaman HiBoard dengan menyapu layar kearah kanan. Mirip Google Now, HiBoard menampilkan semua info penting bagi pengguna. Fitur lain yang ditawarkan lain berupa Smart Assistance yang terdapat pada menu pengaturan. Di pilihan menu inilah EMUI menempatkan fitur-fitur tambahan yang biasanya memberi nilai lebih pada pengalaman pengguna (user experience). Fasilitas seperti One Handed UI dan Motion Control termasuk dua fasilitas yang terdapat di menu ini. Satu yang menarik, dalam versi default, gambar lockscreen smartphone akan berubah-ubah sehingga tidak membosankan.

Tidak ketinggalan fitur bawaan dari Huawei yang juga menarik tertanam di EMUI 8.2, di antaranya Huawei Share, Huawei Smart Gesture, dan Huawei Phone Clone. Ketiga fitur ini tentu kian memperkaya pengalaman yang diberikan smartphone kepada penggunanya. Di EMUI 8.2 juga terdapat fasilitas bagi pengguna untuk melakukan akses cepat ke beberapa aplikasi, seperti ke aplikasi perekam suara, kalkulator, senter, alarm, akses ke QR Code Scanner, serta menu lainnya. Caranya, dalam keadaan layar terkunci, sapu layar dari bawah ke atas, maka akan muncul semacam pop-up yang menampilkan sejumlah menu di dalamnya.

Sementara untuk pengamanan, Huawei Y7 Pro 2019 sudah menyematkan fitur Face Unlock 2.0. Dengan memanfaatkan AI dan kamera depan, perangkat dapat mengotentikasi identitas pengguna dan membuka kunci perangkat dengan cepat, sehingga pengguna dapat langsung kembali beraksi. Sudah barang tentu, Huawei Y7 Pro 2019 juga menyertakan sistem keamanan bawaan lainnya seperti keamanan lewat patern (pola), PIN, dan password.

Beralih ke Galaxy J6+, seperti diuraikan di atas smartphone ini menjalankan Samsung Experience 9.5 yang juga menawarkan pengalaman pengguna dengan lebih simpel. Pada versi default ikon App Drawer nampak tidak terlihat, namun bisa dimunculkan dengan mengakses Setting > Display > Home Screen > Apps Button. Di sini ada dua pilihan yang bisa kita pilih, yakni Show Apps Button atau Hide Apps Button.

Seperti umumnya perangkat Samsung di smartphone ini juga terdapat fitur bernama Bixby. Untuk mengakses Bixby tergolong mudah, di mana kita cukup menyapu layar secara horizontal dari arah kiri ke kanan. Selain Bixby, di Galaxy J6+ juga terdapat aplikasi khas dari Samsung seperti Samsung Health, Samsung Connect, S Lime, Samsung Max, Samsung Members, Samsung Notes, Samsung Themes, Samsung Tutor, dan SmartThings.

Untuk urusan keamanan ponsel, ponsel ini menyediakan banyak pilihan antara lain bisa lewat usap, pola, PIN ataukah kata sandi. Untuk lanjutan, ada juga fitur biometrik pengenalan wajah dan sidik jari.


Kamera

Huawei Y7 Pro 2019: Belakang: 13 MP (f/1.8) PDAF + 2 MP (depth sensor), LED flash, HDR, panorama; Depan: 8 MP

Samsung Galaxy J6+: Belakang: 13 MP (f/1.9) AF + 5 MP(f/2.2) depth sensor; Depan: 8 MP (f/1.9)

Untuk urusan fotografi, seperti terlihat di lembar spesifikasinya Huawei Y7 Pro 2019 menawarkan dual-camera belakang berkonfigurasi 13 MP (f/1.8) + 2 MP (depth sensor). Yang cukup istimewa, alat bidik utama Huawei Y7 Pro 2019 ditopang oleh AI Camera. Di antara kemampuan yang dibawa adalah bisa mengenali 22 objek berbeda yang terdiri dari, langit, manusia, binatang dan pantai. Selain itu AI Camera juga akan membantu memberikan adjustment untuk memperbagus hasil foto yang dikenalinya tersebut.

Sementara Samsung Galaxy J6+ juga mengusung fitur dual-camera belakang dengan konfigurasi 13 MP (f/1.9) + 5 MP depth sensor. Turut menemani sensor kamera belakang, di kedua smartphone juga sudah terdapat sebuah lampu flash yang siap membantu pengguna ketika menjepret gambar dalam kondisi cahaya minim.

Tanpa panjang lebar, langsung saja kita bahas hasil bidik dari kedua smartphone. Berdasarkan pengalaman menggunakan kedua smartphone untuk menjepret gambar, secara umum hasil bidik keduanya sudah mumpuni. Dalam arti kedua smartphone mampu untuk menghasilkan foto dengan kualitas cukup baik. Hanya saja, Samsung Galaxy J6+ sedikit lebih baik dalam hal komposisi warna yang dihasilkan terlihat natural.

Dari kamera belakang, baik Huawei Y7 Pro 2019 maupun Galaxy J6+ sudah bisa digunakan untuk ambil foto bokeh. Dalam hal ini Huawei Y7 Pro 2019 memiliki nilai aperture dengan rentang f-stop besar, dimulai dari f/1.8 hingga f/16 cukup bermanfaat untuk menghasilkan efek bokeh yang baik.

Beralih ke kamera selfie, dalam hal ini keduanya ternyata sama-sama membawa dukungan kamera depan beresolusi 8 MP. Bagaimana dengan hasil bidiknya? Yup, punya resolusi sama, hasil bidik kamera depan Huawei Y7 Pro 2019 dan Galaxy J6+ tidak mengecewakan. Berdasarkan pengalaman menggunakan keduanya untuk ambil foto diri, rasa-rasanya hasil bidik kamera depan Huawei Y7 Pro 2019 sedikit lebih baik.


Hardware

Huawei Y7 Pro 2019: Octa-core 1.8 GHz Cortex-A53, Qualcomm Snapdragon 450, GPU Adreno 506; RAM 3GB; Storage 32 GB: Baterai 4000 mAh

Samsung Galaxy J6+: Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53, Qualcomm Snapdragon 425, Adreno 308; RAM 4GB; Storage 64 GB; Baterai 3300 mAh

Urusan performa, tidak sulit untuk mengatakan Huawei Y7 Pro 2019 lebih baik dari Samsung Galaxy J6+ yang notabene dari sisi harga lebih mahal. Daya gedor Huawei Y7 Pro 2019 ditopang oleh chipset Octa-core 1.8 GHz Cortex-A53, Qualcomm Snapdragon 450 yang juga didukung oleh GPU Adreno 506. Sementara Galaxy J6+ dikemas dengan chip Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53, Qualcomm Snapdragon 425 dan memiliki GPU Adreno 308.

Untuk besaran RAM dan memori internal kedua smartphone ini setara, yakni sama-sama memiliki RAM 4GB dan memori internal 64GB. Perluasan penyimpanan data juga dimungkinkan pada kedua smartphone, karena keduanya sudah memiliki kartu microSD.

Soal kinerjanya, berdasarkan pengalaman secara keseluruhan keduanya bisa diandalkan untuk menemani aktivitas pengguna. Hanya saja, untuk aktivitas yang relatif berat seperti main game, Huawei Y7 Pro 2019 yang spesifikasinya lebih baik, tentu juga lebih bertenaga dalam meladeni hal tersebut.

Hasil benchmark yang dicetak keduanya bisa menjadi sedikit gambaran mengenai kinerja keduanya. Umpamanya dari benchmark AnTuTu, skor Huawei Y7 Pro 2019 lebih tinggi, yakni 73569 berbanding 42751 milik Galaxy J6+.

Di sektor penyuplai daya pun Huawei Y7 Pro 2019 juga lebih baik dengan kapasitas yang lebih tinggi, yakni 4000 mAh. Sementara Galaxy J6+ untuk menyuplai daya baterai yang digunakan memiliki kapasitas 3300 mAh saja.


Kesimpulan

Setelah melihat apa yang ditawarkan dari masing-masing smartphone, Huawei Y7 Pro 2019 yang dijual lebih murah ternyata tidak bisa dibilang kalah ‘set’ dari Galaxy J6+ yang menjadi seterunya pada ulasan kali ini.

Dari sisi desain dan tampilan bodi, baik Huawei Y7 Pro 2019 maupun Samsung Galaxy J6+ sejatinya sama-sama sudah diracik secara apik oleh sang pabrikan. Hanya saja bila yang dilihat dari aspek kekinian, smartphone Huawei jelas lebih kekinian, di mana sudah sejalan dengan tren yang ada seperti terlihat pada layar notch ‘dewdrop’-nya. Untuk daya gedor pun lagi-lagi Huawei Y7 2019 yang relatif baru juga datang dengan spesifikasi lebih baik.

So, bagi yang sedang mencari smartphone pada segmen harga Rp2-3 jutaan rasanya tidak salah bila memasukkan Huawei Y7 Pro 2019 sebagai salah satu produk incaran, baik untuk digunakan sendiri ataupun dijadikan kado pada momen spesial.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 21 Mei 2019 - 16:12 WIB

Kabar Baik! AS Beri Ampun untuk Huawei