Facebook Segera Larang Konten Nasionalisme Kulit Putih

itoday - Raksasa media sosial Facebook akan memblokir pujian, dukungan, dan representasi nasionalisme serta separatisme putih di platform Facebook dan Instagram mulai minggu depan.

Begitu janji yang disampaikan oleh Facebook pada Kamis (28/3). Selain itu, Facebook juga berjanji untuk meningkatkan kemampuannya mengidentifikasi dan memblokir materi dari kelompok-kelompok teroris.

Pengguna Facebook yang mencari istilah yang menyinggung nasionalisme kulit putih akan diarahkan ke badan amal yang memerangi ekstremisme sayap kanan.

Dalam sebuah keterangan, pihak Facebook mengatakan bahwa pihak perusahaan sebelumnya menganggap bahwa nasionalisme kulit putih sebagai bentuk ekspresi yang dapat diterima setara dengan hal-hal seperti kebanggaan Amerika dan separatisme Basque, yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.

Tetapi kemudian, setelah tiga bulan berkonsultasi dengan anggota masyarakat sipil dan akademisi, pihak Facebook menemukan bahwa nasionalisme kulit putih tidak dapat dipisahkan dari supremasi kulit putih dan kelompok kebencian terorganisir.

Isu ini diangkat setelah penembakan awal bulan ini di Selandia Baru. Sejumlah pemimpin dunia meminta perusahaan media sosial untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas materi ekstremis yang diposting di platform mereka.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern termasuk salah satu pemimpin negara yang menekan Facebook. Dia mengatakan, jejaring sosial adalah "penerbit" dan bukan hanya "tukang pos", mengacu pada potensi pertanggungjawaban mereka atas materi yang dibagikan di platform.

Dalam serangan di Christchurch Selandia Baru kemarin diketahui bahwa pelaku melakukan aksi teror penembakan di masjid atas motif supremasi kulit putih.

Dia bahkan menyiarkan secara langsung aksi kejinya melakukan penembakan di masjid Al Noor Christchurch pada waktu salah Jumat melalui Facebook. Videonya dilihat lebih dari 4.000 kali sebelum diturunkan.

Pihak perusahaan mengatakan, dalam waktu 24 jam, Facebook telah memblokir 1,2 juta salinan pada titik pengunggahan dan menghapus 300.000 lainnya.

 

(Sumber)

Komentar

Artikel Terkait