Samsung Galaxy M20: Baterai Besar, Kamera Standar

Samsung menutup tahun 2018 dan membuka tahun ini dengan manuver menarik di segmen menengah. Setelah di penghujung tahun lalu Samsung menginisiasi tren baru layar berlubang lewat Galaxy A8s, sang pemimpin pasar smartphone kemudian memperkaya portofolio-nya dengan menghadirkan Galaxy M- Series.

Kiprah seri yang akan mengisi segmen menengah ini dibuka dengan hadirnya pasangan Galaxy M10 dan M20. Varian Galaxy M20 menjadi yang pertama dilepas ke pasar tanah air. PULSA pun berkesempatan untuk langsung menguji performa ponsel ini. Berikut ulasannya.


Desain

Sebagai anggota baru dalam keluarga besar Samsung Galaxy, Galaxy M20 membawa gaya yang fresh tanpa meninggalkan “bahasa desain” yang telah menjadi ciri produk besutan si penguasa pasar ini.

Tampak muka, ponsel ini tampil beda dari produk Galaxy sebelumnya dengan mengadopsi desain layar Infinity-V. Desain layar ini merupakan yang terkini dari keluarga Samsung Galaxy, setelah populer dengan Infinity Display pada beberapa produk kelas menengah hingga atas, dan baru saja memperkenalkan Infinity-O lewat Galaxy A8s.

Sementara jika dibalik ke sisi belakang, ciri khas Samsung Galaxy cukup jelas terlihat pada fisik M20. Samsung meletakkan lensa dual kamera sebagai kamera utama ponsel ini di area kiri atas bersama lampu flash, serta pemindai sidik jari yang disusun vertikal bersama logo Samsung di area tengah. Susunan ini mengingatkan pada beberapa produk dari line-up Galaxy A-Series terkini seperti A9, A7, A8S, dan A6S.

Hanya saja, material yang digunakan Samsung pada M20 ini adalah plastik polikarbonat yang diberi finishing glossy, bukan kaca seperti beberapa penghuni A-series yang disebutkan sebelumnya. Dengan finishing glossy, bagian belakang ponsel ini tetap menjadi magnet bagi noda sidik jari, seperti halnya material kaca.

Meski dibanderol kurang dari 3 juta rupiah, namun Samsung sudah membekali ponsel ini dengan konektifitas USB Type-C. Dan sepanjang ingatan PULSA, ponsel ini merupakan yang produk Galaxy termurah yang membawa port USB Type-C.

Port ini berada di sisi bawah bersama port audio 3.5mm, lubang mic dan grill loudspeaker. Sedang sisi kanan ditempati oleh pengatur volume suara dan tombol daya. Dan di sisi berseberangan, ada tray kartu SIM yang mampu memuat 2 nano SIM bersama sebuah kartu memory microSD.


Infinity-V

Kembali ke sektor layar secara khusus. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa ponsel ini (dan Galaxy M10) merupakan produk Galaxy pertama yang membawa desain “baru” Infinity-V display.

Sejatinya, Infinity-V merupakan sebuah desain notch minimalis berbentuk tetesan air tepat di area tengah sisi atas layar. Meski baru bagi keluarga Samsung Galaxy, namun desain semisal ini sebenarnya sudah lebih dulu dipopulerkan oleh pabrikan lain seperti Oppo dan Vivo.

Dengan ukuran layar mencapai 6,3 inci dan desain layar Infinity-V, sisi depan M20 sangat didominasi oleh area layar dengan rasio 19,5:9 ini. Memberikan daya tarik tersendiri bagi ponsel ini di mata calon pengguna yang gemar menikmati konten video melalui ponsel.

Apalagi ponsel ini sudah mengantongi Widevine L1. Yang berarti ponsel ini sudah mampu memutar konten video melalui layanan streaming semisal Google Play Movies, Netflix, HOOQ dan sejenisnya dalam resolusi tinggi atau lebih dari 720p.

Sebagai informasi, Widevine adalah salah satu platform digital rights management (DRM), yang berfungsi untuk mencegah pembajakan dari video yang ada di layanan streaming. Widevine melindungi konten video dengan 3 tingkatan keamanan yang diberi nama L3, L2, dan L1. Nah, perangkat yang memiliki kemampuan streaming harus disertifikasi untuk memenuhi spesifikasi L1 agar dapat menikmati konten video HD pada layanan streaming seperti misalnya Netflix.

Ponsel ini menggunakan panel PLS (Plane to Line Switching) yang merupakan hasil penyempurna dari teknologi IPS (In Panel Switching). Panel ini diproduksi oleh Samsung dan diklaim memiliki brightness (kecerahan) 10% lebih tinggi, viewing angle lebih luas, dan kualitas gambar yang lebih baik dalam budget produksi yang lebih ekonomis dibanding panel IPS.

OS dan UI

Secara default ponsel ini membawa sistem Android dengan versi 8.1 (Oreo). Namun seperti yang PULSA beritakan sebelumnya, ponsel ini telah dikonfirmasi Samsung untuk masuk ke dalam daftar produk Galaxy yang akan mendapatkan update menuju Android versi anyar, yaitu Pie (9.0) pada bulan Agustus mendatang. Meski cukup jauh dari waktu peluncurannya, namun setidaknya kabar ini cukup melegakan.

Oreo pada ponsel ini disajikan dengan tampilan antarmuka (UI) Samsung Experience versi 9.5. Meski begitu, sajian Samsung Experience tampak telah menerima modifikasi khusus untuk mengakomodasi desain notch tetesan embun yang dimiliki ponsel ini. Seperti misalnya, saat pengguna mengaktifkan fitur keamanan biometrik pengenal wajah (face recognition), maka setiap kali menyalakan layar dalam keadaan ponsel terkunci, akan muncul efek cahaya yang bergerak dipinggiran notch atau area kamera depan sebagai penanda bahwa kamera depan ponsel ini sedang bekerja memindai wajah pengguna. Demikian juga saat menggunakan fitur self timer untuk memotret dengan menggunakan kamera depan. Selain angka yang menghitung mundur, muncul animasi di pinggiran notch yang menunjukkan sisa waktu sebelum foto diambil.

Di luar itu, perbedaan lain dari Samsung Experience milik ponsel ini jika dibandingkan seri Galaxy yang kastanya lebih tinggi seperti A-Series, S-Series atau Note Series, tampak pada absennya fitur Bixby pada M20.

Seperti biasa, secara default Samsung Experience mengaktifkan pembagian Homescreen dan App Drawer. Namun bagi pengguna yang lebih suka untuk menampilkan seluruh aplikasi langsung pada Homescreen, tersedia plihan untuk melakukannya pada menu Pengaturan> Tampilan> Layar Depan> Tata Letak Layar Depan.


Hardware dan Baterai

Sejatinya, M20 hadir dalam 2 pilihan kapasitas memori, yaitu 4/64GB dan 3/32GB, namun yang secara resmi dihadirkan oleh Samsung Indonesia adalah varian 3/32GB.

Ponsel ini dibekali dengan SoC Exynos 7 Series (7904) yang mempunyai CPU octacore dengan konfigurasi bigLITTLE, tepatnya 2 core berbasis Cortex®A73 berkecepatan 1.8GHz, dan 6 core berbasis Cortex®A53 berkecepatan 1.6GHz. Dengan konfigurasi ini, pemprosesan pada ponsel ini terbilang efisien dalam konsumsi daya. Hal ini tentu membuat daya baterai pada ponsel ini semakin lama habis terutama jika digunakan secara moderat (tidak teralu sering bermain game berat).

Berbicara soal daya, hal ini menjadi salah satu fitur unggulan utama dari Galaxy M20 ini, sebab ponsel ini dibekali dengan baterai berkapasitas 5000mAh, yang terbilang sangat besar untuk ukuran ponsel kelas 2 jutaan dengan prosesor kelas menengah.

Pada hari pertama PULSA bersama M20, daya pada baterai masih tersisa 36% setelah aktif selama 1 hari plus 9 jam.

Baterai berkapasitas besar ini, untungnya sudah didukung dengan fitur pengisian cepat (fast charging) dan yang lebih menggembirakan, Samsung sudah menyertakan adapter charger dengan fitur ini pada paket penjualan.


Kamera

Di sektor kamera, ponsel ini dilengkapi sensor ganda di sisi belakang, masing-masing dengan resolusi 13 MP dengan aperture F/1.9 dan 5 MP yang didukung dengan lensa Ultra Wide untuk menghasilkan foto dengan sudut area pandang lebih luas. Untuk beralih antar kedua sensor ini, pengguna tinggal geser switch bergambar pohon cemara, yang ada di sisi bawah viewfinder dalam orientasi portrait.

Untuk pilihan mode, Samsung menyediakan opsi Otomatis, Stiker, Foto Rangkaian (Continuous Shot), Live Focus, Kecantikan (Beauty), Pro dan Panorama.

Tapi ada yang berbeda dari fitur Live Focus pada ponsel ini jika dibandingkan pada fitur yang sama di produk Galaxy sebelumnya. Live focus yang semestinya memungkinkan pengguna untuk mengatur tingkat keburaman (blur) pada foto sebelum dan sesudah foto diambil, tidak bekerja demikian pada ponsel ini.

Dengan fitur Live Focus ini pengguna hanya akan mendapatkan foto dengan efek bokeh yang tidak bisa diatur tingkat blur-nya baik sebelum, apalagi sesudah foto diambil. Itupun jika objek utamanya berupa manusia, sementara jika objeknya selain manusia maka akan muncul keterangan “Tidak dapat menerapkan efek buram. Tidak ada wajah terdeteksi.”

Sejatinya, Samsung mengklaim bahwa ponsel ini memiliki fitur Scene Optimizer, yaitu sebuah fitur yang akan mendeteksi objek apa yang berusaha difoto untuk kemudian secara otomatis mengaplikasikan pengaturan yang sesuai dengan objek untuk hasil optimal. Namun tidak seperti produk Galaxy lain yang juga membawa fitur serupa, pada ponsel ini tidak ada pilihan untuk mengaktifkan atau mematikan fitur Scene Optimizer dalam pengaturan (settings) kamera. Tidak pula muncul ikon yang mewakili objek apa yang sedang dibidik (misalnya ikon bergambar bunga saat membidik objek bunga). PULSA jadi meragukan klaim bahwa ponsel ini benar-benar membawa fitur tersebut.

Beralih ke kamera depan. Tersedia sensor 8 MP dengan 3 pilihan mode, diantaranya Live Focus, Selfie dan Stiker. Masalah pada fitur Live Focus pada kamera selfie pun masih sama dengan yang terjadi pada kamera utama.

Untuk urusan videografi, baik kamera depan maupun kamera utama di belakang sama-sama memiliki kapabilitas untuk merekam video dalam resolusi maksimal Full HD.

Kendati beberapa fitur tidak bekerja sesuai ekspektasi dan klaim, namun kamera M20 baik di belakang maupun di depan mampu menghasilkan foto yang kualitasnya tidak mengecewakan, meski tidak pula cukup berkualitas untuk masuk ke dalam kategori “sangat memuaskan” di sektor harga 2 jutaan.


Kesimpulan

Sebagai pemimpin pasar yang punya kesempatan besar untuk menentukan standar, Samsung tampaknya justru terbawa arus di kelas harga 2 jutaan dengan mengikuti tren layar poni minimalis. Namun hal tersebut bisa sangat dipahami mengingat Samsung juga perlu memperkuat lini harga kelas menengah untuk terus dapat mempertahankan posisinya.

Sayangnya, banderol harga yang disematkan bagi ponsel ini di tanah air tidak cukup menggoda, sebab di rentang harga yang serupa, para pesaing menawarkan spesifikasi hardware yang tampaknya lebih menjanjikan, misalnya kapasitas memory yang lebih besar, maupun kecepatan prosesor yang lebih tinggi.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait