Samsung Galaxy A30: Buka Jalan Layani Segmen Lebih Luas

Menyusul Galaxy M Series yang memulai debutnya tahun ini, Samsung menghadirkan anggota terbaru dari Galaxy A Series yang sudah memiliki cerita lebih panjang sejak 2014 lalu. Rangkaian Galaxy A Series dilanjutkan dengan kehadiran 4 varian terbaru sekaligus. Keempat varian teranyar Galaxy A Series tersebut adalah Galaxy A50, A30, A20 dan A10.

Daftar panjang itu mewakili lebarnya bentang segmenharga yang diisi oleh rangkaian Galaxy A Series ini. Wajar saja, sebab salah satu alasan dihadirkannya ponsel-ponsel ini, yakni untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Galaxy J Series yang telah dihentikan produksinya.

Kami pun berkesempatan untuk menjajal salah satu Galaxy A Series paling gress ini, tepatnya Galaxy A30. Dan berikut ulasannya.

Spesifikasi Galaxy A30:

Dimensi & Berat (mm&gram)

158.5 x 74.7 x 7.7 mm / 165gram

SIM & Jaringan

Dual SIM, 4G LTE/HSPA+/3G/2G

Sistem Operasi (OS)

Android9(Pie)+ Samsung One UI 1.1

Supported storage eksternal

microSD up to 512 GB (slot khusus)

Layar inci – Tipe Screen

6.4 inci, ~84.9% screen-to-body ratio, 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~403 ppi density), Super AMOLED, Corning Gorilla Glass 3

Prosesor/ CPU

Exynos 7904 Octa (14 nm); Octa-core (2x1.8 GHz Kryo 260 Gold & 6x1.8 GHz Kryo 260 Silver), GPU Mali-G71 MP2

RAM & Internal Storage

4GBRAM/ 64GBROM

Kamera (MP/fitur)belakang/depan

Belakang: Dual: 16 MP(f/1.7, PDAF) + 5 MP (f/2.2, 12mm, ultrawide), LED flash, panorama, HDR

Video: 1080p@30fps

Depan:16MP (f/2.0) HDR, 1080p@30fps

Baterai jenis (jenis)

4000 mAh(non-removable)

 

Paket Penjualan: Handset, Charger, Kabel Data USB Type-C, Buku Manual, Sim Ejector

Warna: Blue, Black, White

Harga: Rp 3.399.000 (4/64GB)


Desain

Seperti diketahui, Samsung merupakan satu-satunya vendor yang seolah alergi untuk mengadopsi desain layar berponi. Hal tersebut bertahan setidaknya hingga akhir tahun lalu, saat Samsung memperkenalkan alternatif desain bagi Infinity Display andalannya. Kala itu Samsung memperkenalkan desain baru yang disebut sebagai infinity-U, infinity-V dan infinity-O.

Setelah mengaplikasikan layar berponi pertamanya pada Galaxy M Series, Samsung pun meneruskan pengadopsian desain berponi pada ponsel kelas menengah bawah, termasuk Galaxy A30 ini. Bedanya Galaxy M20 yang kami uji sebelumnya menggunakan desain infinity-V, sedang ponsel ini dibekali infinity-U yang sejatinya hanya memiliki perbedaan yang sangat minim pada bentuk poni.

Di balik ke sisi belakang, kami diingatkan dengan desain milik Galaxy M20 yang diuji beberapa waktu lalu. Samsung meletakkan lensa dual kamera sebagai kamera utama ponsel ini di area kiri atas bersama lampu flash, serta pemindai sidik jari yang disusun vertikal bersama logo Samsung di area tengah.

Perbedaan tampak pilihan warna yang dimiliki Galaxy A30. Ponsel ini terlihat lebih mewah dibandingkan Galaxy M20 yang hanya menampilkan warna datar (plain), sementara ponsel ini memiliki sajian warna yang lebih menarik dengan efek kilauan dinamis, terutama pada unit berwarna biru seperti yang diuji. Pemindai sidik jari pada Galaxy A30 tampak berwarna senada dengan area lain di sisi belakang, dikelilingi dengan aksen logam yang membuatnya mudah dikenali oleh ujung jari telunjuk pengguna.

Kami juga terkesan dengan betapa tipisnya ponsel ini kendati membawa beterai berkapasitas tinggi yang mencapai 4000mAh. Samsung sudah membekali ponsel ini dengan konektifitas USB Type-C yang diletakkan di sisi bawah bersama port audio 3.5mm, lubang mic dan grill loudspeaker.

Sedang sisi kanan ditempati oleh pengatur volume suara dan tombol daya. Dan di sisi berseberangan, ada tray kartu SIM yang mampu memuat 2 nano SIM bersama sebuah kartu memory microSD.

Sisi belakang dibentuk agak membulat di tepian hingga terasa ergonomis di genggaman meski layarnya cukup besar.


Infinity-U

Akhir tahun lalu, tepatnya di awal November, Samsung mengumumkan bahwa pihaknya mengembangkan desain layar baru yang disebut dengan infinity-U, infinity-V dan infinity-O.

Infinity-Omemulai debutnya pada Galaxy A8s, yang disusul dengan pasangan M20 dan M10 yang membawa Infinity-V. Hingga kemudian desain Infinity-U pun hadir pada Galaxy M30 yang dilanjutkan pada ponsel ini dan saudara dekatnya A50.

Meski selisih harga yang dimiliki ponsel ini cukup dekat dengan Galaxy M20 namun di sektor layar ada perbedaan yang cukup signifikan pada ponsel ini, yakni penggunaan panel layar Super AMOLED khas Samsung. Panel layar ini memiliki karakeristik tampilan warna yang lebih vivid (cerah) serta warna hitam lebih pekat dibanding pada panel IPS. Di samping itu, dengan penggunaan tema dan wallpaper berwarna gelap, pengguna bisa menghemat daya dengan lebih optimal.

Panel Super AMOLED juga memungkinkan ponsel ini untuk memiliki fitur Always On Display (AOD) yang akan menampilkan informasi waku dan notifikasi saat layar terkunci. Menariknya lagi, fitur AOD pada One UI yang dimiliki A30 ini memberikan pilihan tampilan jam yang sangat beragam. Setidaknya ada 16 jenis tampilan jam untuk fitur AOD secara default. Pengguna bahkan bisa mengunduh pilihan tampilan AOD lainnya dari Galaxy Themes. Tersedia ratusan pilihan mulai dari yang gratis hingga yang berbayar.


OS dan UI

Seperti halnya rangkaian flagship teranyar Samsung yakni Galaxy S10 series yang menggunakan kombinasi Android Pie dan Samsung One UI, ponsel ini juga menggunakan komposisi yang sama di sektor perangkat lunak (software).

Ada sejumlah perbedaan signifikan dari tampilan antar muka (interface) terbaru rancangan Samsung ini dibandingkan Samsung Experience yang banyak digunakan pada keluarga Galaxy generasi sebelumnya.

Diantaranya desain ikon yang lebih fresh, juga susunan menu yang lebih bersahabat untuk pengoperasian menggunakan satu tangan, dimana hampir semua pilihan yang penting dari menu bawaan bisa dijangkau oleh ibu jari. Seperti misalnya pilihan pengaturan dalam menu Settings hanya mengisi 2/3 area bawah layar sehingga semua pilihan pada menu Settings bisa dijangkau oleh ibu jari. Desain serupa juga tersaji pada sejumlah menu dan aplikasi bawaan mulai dari Gallery, Bixby Home, Messages, Contacts dan lainnya.

One UI juga membawa fitur Night Mode yang mengubah sajian antar muka (interface) pada mayoritas menu/aplikasi bawaan One UI menjadi berwarna gelap, termasuk pada sajian Settings, Browser, Calender bahkan sajian panel notifikasi. Tidak hanya lebih bersahabat bagi mata untuk penggunaan di tempat gelap atau malam hari, fitur ini juga akan membuat konsumsi daya pada A30 ini menjadi jauh lebih hemat mengingat panel yang digunakan untuk layar adalah Super AMOLED.

Kendati demikian masih ada sentuhan Samsung yang sebelumnya juga hadir pada Samsung Experience terutama yang digunakan oleh Galaxy M20 yang kami sebelumnya. Seperti misalnya, saat pengguna mengaktifkan fitur keamanan biometrik pengenal wajah (face recognition), maka setiap kali menyalakan layar dalam keadaan ponsel terkunci, akan muncul efek cahaya yang bergerak dipinggiran notch atau area kamera depan sebagai penanda bahwa kamera depan ponsel ini sedang bekerja memindai wajah pengguna.

Demikian juga saat menggunakan fitur self timer untuk memotret dengan menggunakan kamera depan. Selain angka yang menghitung mundur, muncul animasi di pinggiran notch yang menunjukkan sisa waktu sebelum foto diambil.


Hardware dan Baterai

PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) hanya menyediakan satu varian untuk Galaxy A30 yakni dengan kapasitas memory 4GB untuk RAM dan 64GB untuk kapasitas penyimpanan internal. Kabarnya secara global ada varian lain dari Galaxy A30 yang datang dengan opsi kombinasi memory 3GB/32GB.

Dibalik dapur pacu ada kemiripan antara Galaxy A30 ini dengan Galaxy M20 yang hadir lebih dulu. Ponsel ini juga membawa SoC Exynos 7 Series (7904) yang mempunyai CPU 8 inti (octacore) dengan konfigurasi bigLITTLE, tepatnya 2 core berbasis Cortex®-A73 berkecepatan 1.8GHz, dan 6 core berbasis Cortex®-A53 berkecepatan 1.6GHz. Dengan konfigurasi ini, pemprosesan pada ponsel ini terbilang efisien dalam konsumsi daya. Hal ini tentu membuat daya baterai pada ponsel ini semakin lama habis terutama jika digunakan secara moderat (tidak teralu sering bermain game berat).

Berbicara soal daya, kendati kapasitas baterai ponsel ini (4000mAh) tidak sebesar yang dimiliki Galaxy M20 (5000mAh) namun dengan panel Super AMOLED, efsiensi daya pada ponsel ini tidak bisa diremehkan. Setelah penggunaan moderat yang banyak menghabiskan waktu streaming Youtube, memantau sosial media dan browsing selama 22 jam, daya pada ponsel ini masih tersisa 58%.

Menariknya lagi, baterai berkapasitas besar ini, untungnya sudah didukung dengan fitur pengisian cepat 15 Watt Adaptive Fast Charging dan tentunya, Samsung sudah menyertakan charger adapter dengan fitur ini pada paket penjualan.

Skor Benchmark :

Antutu v7.0.7

97660

PC Mark (Work 2.0 performance)

5315

Geekbench CPU

1323 (Single Core) 4106(Multi Core)

Geekbench Compute

3681

3D Mark (Sling Shot Extreme)

641 (OpenGL ES 3.1)728 (Vulkan)

GFXBench

272.3frames/ 4.6fps(Car Chase), 456frames/ 7.4fps (Manhattan 3.1),737.2frames/ 12fps (Manhattan)1282frames/ 23fps (T-Rex)

 


Kamera

Berbeda dari Galaxy A50 yang merupakan varian paling superior dari rangkaian A Series terbaru ini yang dilengkapi 3 kamera di bagian belakang. Ponsel ini hanya membawa 2 kamera sebagai kamera utamanya.

Perbedaan ada pada salah satu sensor kamera yang dihilangkan, yakni sensor yang berfungsi sebagai pendeteksi kedalaman (depth sensor). Yup, ponsel ini hanya membawa sensor utama 16MP dengan bukaan lensa F/1.7 dan sensor pendamping 5MP yang dipasangkan dengan lensa ultrawide (12mm) dengan aperture F/2.2.

Dengan bantuan kamera ultrawide ini, pengguna dapat mengabadikan foto dengan luas area pandang mencapai 123°. Sangat bermanfaat untuk memotret pemandangan luas, arsitektur gedung bertingkat hingga foto bersama (group photo) di area yang sempit. Untuk berpindah antar sensor utama dan sensor ultrawide, pengguna tinggal memilih salah satu ikon bergambar pohon cemara di area bawah pada viewfinder (dalam orientasi portrait).

Tak kalah menarik adalah fitur Scene Optimizer yang tak lain adalah fitur berbasis AI (Artificial Intelligence/ kecerdasan buatan) yang akan mendeteksi objek apa yang sedang difoto, kemudian mengaplikasikan pengaturan yang sesuai untuk mengoptimalkan hasil foto sesuai dengan objek yang dibidik. Galaxy A30 diklaim mampu menegenali 19 kategori objek berbeda, mulai dari makanan, hewan peliharaan, potret diri, bunga, pemandangan alam, teks dan sebagainya.

Meski tidak membawa kamera dengan fungsi depth sensor, nyatanya Galaxy A30 ini juga dilengkapi fitur Live Focus yang menjadi andalan Samsung. Mode Live Focus bisa dipilih langsung dari 5 mode utama (Panorama, Pro, Live Focus, Photo dan Video) pada interface utama fitur kamera.

Untuk kamera depan, ponsel ini membawa sensor 16MP, dengan pilihan mode Live Focus, Photo dan Video, serta fitur Filter, Beauty, AR Emoji, AR Stikers, Stamp danHDR.


Hasil Kamera

Normal Angle

Ultrawide Angle

Selfie Live Focus

HDR mode

Kesimpulan

Keputusan Samsung untuk menghentikan produksi Galaxy J Series dan mengisi posisi yang ditinggalkannya dengan Galaxy A Series kelihatannya menarik. Sebab dengan demikian, Galaxy A Series akan melayani segemen pasar yang semakin luas, mulai dari kelas Mid-Low hingga ke Segmen Mid High (bahkan mendekati segmen premium).

Tak kalah menarik, harga produk besutan sang pabrikan Korea yang sebelumnya seringkali terkesan “overprice” jika dibandingkan produk dengan spesifikasi setingkat, kini terasa lebih “masuk akal”. Seperti misalnya Galaxy A30 ini yang jika dibandingkan produk kompetitor di kelas harga yang sama masih menawarkan paket yang menarik. Poin plusnya, pengguna mendapatkan jaminan kualitas dan layanan purna jual atas nama besar sang pemimpin pasar.

Kelebihan

Kekurangan

  • Desain dan Build Quality ala Kelas Premium
  • Layar Besar dengan Panel Super AMOLED
  • Software Terbaru
  • Kapasitas Baterai Besar dengan Fast Charging
  • Dual Kamera dengan Kaya Fitur
  • USB Type-C
  • Sisi Belakang Mudah Tergores dan Ternoda Sidik Jari
  • Tanpa Bonus Case Pelindung

 Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait