Ini Tips Memotret Cityscape Menggunakan Ponsel dari Fotografer Professional

Ilustrasi Pemotretan Cityscape (foto: PULSA)

Akhir pekan menjadi momen yang pas untuk menyalurkan apapun jenis hobi setelah sibuk bekerja hampir sepanjang pekan. Termasuk hobi fotografi yang sejak lama, seolah tidak pernah kehabisan anggota baru untuk menekuni kegiatan satu ini.

Kemajuan teknologi kamera yang ditanamkan pada ponsel pun punya andil besar dalam meluasnya kalangan penekun hobi fotografi. Lewat jenis hobi baru yang biasa disebut dengan “mobile photography”, semakin banyak orang yang mengasah bakat terpendamnya dalam mengabadikan momen di kehidupan keseharian menggunakan lensa dari kamera ponsel.

Objeknya pun beragam, mulai dari kegiatan harian, model, candid ataupun pemandangan. Untuk pemandangan atau landskap sendiri tentu bukan hal mudah untuk di temukan disekitaran kota besar semisal Jakarta. Berangkat dari hal tersebutlah muncul genre baru bernama Cityscape.

Apa itu Cityscape?

Menurut Wikipedia, Cityscape atau urban landscape adalah representasi seni dalam bentuk lukisan, gambar, cetakan atau foto dari aspek fisik sebuah kota atau wilayah urban. Secara sederhana, Cityscape juga bisa diartikan dari potret atau pemandangan (landscape) berupa perkotaan (biasanya dalam bentuk kumpulan gedung pencakar langit, bangunan-bangunan monumental dan sebagainya.)

Mengapa Cityscape?

Murah dan mudah, menjadi setidaknya 2 alasan mengapa hobi ini banyak dipilih oleh fotografer. Hal itulah yang disampaikan oleh Sukimin Thio, seorang Professional Luxury Travel & Lifestyle Photographer dalam acara Next Image 2019 Masterclass bertema Cityscape yang diadakan oleh Huawei Indonesia akhir pekan lalu.

"Foto cityscape ini banyak yang orang suka melihat hasilnya, foto bagus yang bisa dipotret tanpa harus pergi jauh-jauh," tuturnya. "Di sekitar kita ada banyak obyek foto yang bagus." Tambah Sukimin.

Sukimin Thio dalam Huawei Next Image 2019 Masterclass

Dalam acara yang dihadiri oleh setidaknya 40 pengguna smartphone Huawei, yang diundang secara khusus setelah melalui seleksi ini, Sukimin Thio pun berbagi tips untuk memotret bertemakan Cityscape menggunakan ponsel, khususnya flagship terbaru Huawei, P30 Pro. Berikut diantaranya.

1. Pelajari Exposure Triangle dan Komposisi

Menurut Sukimin, apapun tema foto yang diambil, untuk terjun ke dunia fotografi, seseorang perlu untuk mempelajari setidaknya 2 hal mendasar yakni Exposure Triangle dan Komposisi.

Exposure Triangleatau segitiga pencahayaan sendiri merupakan sebuah cara yang umum untuk mengasosiasikan 3 variabel penting untuk menentukan pencahayaan sebuah foto, yaitu aperture (bukaan lensa), shutter speed (kecepatan rana), dan ISO. Hanya saja, pada kamera ponsel biasanya bukaan lensa merupakan suatu hal yang tetap (fix) sehingga ketika memotret menggunakan ponsel, seseorang hanya akan dapat bereksperimen dengan shutter speed dan ISO saja.

“Tapi untuk saya, menggunakan ISO besar adalah pilihan terakhir.” Ungkap Sukimin.

Selain Exposure Triangle, komposisi juga menjadi hal mendasar namun dalam hal ini, Sukimin mengatakan bahwa komposisi akan membaik seiring banyaknya pengalaman. “Sebenarnya banyak teori soal komposisi, tapi menurut saya, komposisi ini akan kita pelajari seiring seringnya kita memotret.” Tambah Sukimin.

2. Optimalkan Mode Pro atau gunakan Mode Malam

Biasanya diperlukan long exposure dengan kecepatan rana agar kamera dapat mengumpulkan cahaya cukup di waktu malam hari. Teknik ini juga membuat benda bergerak seperti awan atau air terlihat mulus, buram karena gerakan alami. Lampu-lampu kendaraan di jalanan pun akan tampak seperti kilatan cahaya panjang.

Huawei P30 Pro juga memiliki fitur night mode yang mumpuni untuk menghasilkan fotografi malam yang bagus dengan detail yang mengesankan serta mengurangi noise dengan baik. Menariknya, semua itu bisa dicapai tanpa eksposur yang panjang. Dibandingkan dengan smartphone sekelas, menurut website benchmarking kamera smartphone, DxOMark, HUAWEI P30 Pro mencapai tingkat detail yang lebih tinggi pada hampir semua kondisi cahaya. Kombinasi fitur night mode dengan cityscape, kata Sukimin, adalah perpaduan yang harmonis.

3. Maksimalkan pilihan lensa bawaan ponsel

Fotografi cityscape identik dengan sudut pandang lebar lensa ultra-wide yang membuat skenario yang diciptakan menjadi lebih dramatis. Namun tak melulu mengenai ultra-wide, lensa zoom juga dapat berguna apabila pengguna ingin membingkai potongan pemandangan sesuai dengan selera dan dapat dilakukan melalui perspektif tele. Sebaliknya, lensa tele atau super-zoom bisa dipakai untuk fokus ke satu area dan memberi efek background compression yang membuat obyek di latar belakang tampak besar. Tapi tak dilarang pula memakai aperture lebar untuk memainkan efek depth of field alias bokeh

Fitur utama dari Huawei P30 Series yang dapat diandalkan untuk melakukan pemotretan cityscape, kata Sukimin, adalah lensa ultra-wide angle dan zoom. Sebab, dalam memotret pemandangan kota, jelas dibutuhkan lensa yang bisa menjangkau dengan lebih lebar. Sistem quad camera dari Leica yang diusung oleh HUAWEI P30 Pro akan mengakomodir penggunanya untuk merekam pemandangan perkotaan ini dengan mengesankan. Sistem kamera ini terdiri dari Super Sensing Camera 40 MP, lensa Ultra Wide Angle 20MP yang setara dengan lensa 16mm, lensa telefoto 8 MP, dan kamera HUAWEI ToF.

4. Pilih sudut pandang yang berbeda

Apabila suatu tempat yang dikenal untuk mengambil foto cityscape, biasanya foto yang dihasilkan akan terlihat serupa antara satu sama lain. Tipsnya, kata Sukimin, adalah berusaha tak menghasilkan foto yang sama dengan orang lain dari sisi angle dan semacamnya. Pemotret bisa menambahkan aksen low angle misalnya, untuk memperlihatkan gerakan awan di atas gedung misalnya. Kalau hasilnya terlalu mainstream, maka foto cityscape akan terlihat biasa saja dan kurang menarik.

5. Pilih waktu dan tempat yang tepat

Setelah dibekali dengan perangkat yang mumpuni dan skill yang semakin terasah, pemilihan tempat dan waktu pengambilan foto akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari foto cityscape. Untuk mendapatkan nuansa biru pada langit menjelang malam, pemotretan bisa dilakukan pada "blue hour", yaitu saat senja atau di mana keadaan mulai gelap namun lampu-lampu gedung di sekitar sudah menyala.

Dan berikut beberapa hasil foto yang sempat kami abadikan menggunakan kamera P30 Pro.

Hasil Kamera P30 Pro (Main Camera + Night Mode)

Hasil Kamera P30 Pro (Night Mode)

Hasil Kamera P30 Pro (Ultra Wide Angle + Night Mode)

Hasil Kamera P30 Pro (Traffic Trails Mode)

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 176 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 207 kali

Kambing Naik Alphard