Samsung Galaxy M10: Seri Baru, Bidik Segmen Entry

Pasar smartphone, khususnya di segmen entry-level kian bergairah, lantaran sejumlah vendor begitu gencar menyodorkan produknya di segmen ini. Brand smartphone papan atas seperti Samsung pun tidak ketinggalan untuk meramaikannya. Ya, baru-baru ini perusahaan asal Korea Selatan melepas satu produk baru bertajuk Samsung M10.

Smartphone yang dilego di bawah 2 jutaan ini, tentu saja siap untuk bersaing dengan para kompetitor di segmen harganya. Lalu, apa yang ditawarkan Galaxy M10 untuk dapat mengimbangi produk pesaing, berikut gambaran tentangnya.

Paket Penjualan: Handset, charger, earset, kabel data, buku manual, kartu garansi, SIM ejector
Warna: Ocean Blue, Charcoal Black
Harga: Rp 1.699.000


Bodi Plastik, Licin

Meski dari sisi harga Galaxy M10 masuk kategori perangkat entry-level, smartphone ini sudah dikemas dengan sejumlah unsur kekinian. Misalnya, dari sisi layar, meski cukup luas 6.22 inci, dengan rasionya yang 19,5:9, membuat bodi Galaxy M10 terlihat cukup ramping. Secara keseluruhan, bodi Galaxy M10 hanya memiliki dimensi 155,6 x 75,6 x 7,7 mm. Dengan dimensi yang demikian, smartphone tergolong ramping dan kompak.

Panel layar dengan rasio ke bodi yang cukup tinggi pada Galaxy M10 dikelilingi area bezel kiri-kanan-atas layar yang sangat tipis. Sementara untuk area bezel yang terletak di bawah layar, meski masih nampak terlihat, tetapi ketebalannya juga sudah berkurang.

Galaxy M10 sudah mengadopsi kaca lengkung 2.5D, ini tentu menambah kesan manis tampilannya. Hanya saja, mengingat harganya yang relatif terjangkau, smartphone diracik dengan bodi berbahan plastik dengan sapuan warna glossy membuatnya cukup licin. Selain licin, aroma plastik begitu terasa ketika kita memegang smartphone ini. Dan cukup disayangkan, dalam paket penjualannya Galaxy M10 tidak disertai softcase, yang bila disertai bisa saja mengurangi sedikit aroma plastik yang begitu terasa dari panel belakang smartphone.

Sekadar diketahui, Galaxy M10 telah disertai dengan sejumlah komponen standar, seperti tombol power dan tombol volume di sisi sebelah kanan. Pun komponen lain seperti jack audio 3,5 mm, port micro-USB dan lubang mic di sisi bagian bawah. Sementara slot SIM dan microSD berada di sisi sebelah kiri. Di area belakang kita akan menemui, dua sensor kamera plus lampu flash-nya, logo Samsung, dan lubang speaker di bagian bawah.


Infinity V-Display

Sengitnya persaingan, seolah membuat perusahaan sekelas Samsung ‘dipaksa’ menyesuaikan diri, untuk tidak menyebutnya ikut-ikutan. Pun dalam aspek display, di mana Samsung nampak ikut berbenah. Ini terlihat dari tampilan layar smartphone yang tengah PULSA review kali ini. Meski dari sisi harga Galaxy M10 masuk kategori perangkat entry-level, smartphone ini sudah mengusung layar penuh dengan notch di atasnya. Samsung menyebutnya sebagai Infinity-V Display.

Infinity-V sendiri sejatinya merupakan sebuah desain notch minimalis berbentuk tetesan air tepat di area tengah sisi atas layar. Meski baru bagi keluarga Samsung Galaxy, namun desain semisal ini sebenarnya sudah lebih dulu dipopulerkan oleh pabrikan lain seperti Oppo dan Vivo.

Dengan ukuran layar mencapai 6,22 inci dan desain layar Infinity-V, sisi depan M20 sangat didominasi oleh area layar dengan rasio 19,5:9. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi ponsel ini di mata calon pengguna yang gemar menikmati konten video lewat layar smarpthone.

Untuk jenis layarnya sensiri, Galaxy M10 menggunakan panel PLS (Plane to Line Switching) yang merupakan hasil penyempurna dari teknologi IPS (In Panel Switching). Panel ini diproduksi oleh Samsung dan diklaim memiliki brightness (kecerahan) 10% lebih tinggi, viewing angle lebih luas, dan kualitas gambar yang lebih baik dalam budget produksi yang lebih ekonomis dibanding panel IPS.

Galaxy M10 menyajikan layar dengan ukuran 6.22 inci dengan resolusi 720 x 1520 pixels atau biasa disebut HD+. Dengan kombinasi ukuran layar dan resolusi yang ditawarkan, layar smartphone mampu memancarkan konten dengan kepadatan ~270 ppi.

Bicara kinerja layarnya, seperti dari sisi responsivitasnya, Galaxy M10 sudah sangat baik. Hanya saja untuk kemampuan multitouch-nya, berdasarkan pengujian layar smartphone ini hanya bisa diakses secara bersamaan sebanyak 5 titik. Dari sisi tampilan layar, Galaxy M10 sudah diracik sedemikian rupa hingga bagian sudutnya terlihat terlihat tumpul atau membulat seiring dengan tampilan sudut smartphone yang juga menumpul.

OS dan Antarmuka

Sama seperti Galaxy M20, secara default Galaxy M10 menjalankan Android 8.1 (Oreo) yang dipermanis dengan Samsung Experience versi 9.5. Sedikit catatan, di saat pesaing Galaxy M10 ada yang sudah datang mengemas sistem operasi Android 9 Pie, cukup disayangkan bila smartphone ini masih menjalankan Android 8.1 Oreo.

Kendati demikian, sajian Samsung Experience tampak telah menerima modifikasi khusus untuk mengakomodasi desain notch tetesan embun yang dimiliki Galaxy M10. Misalnya, saat pengguna mengaktifkan fitur keamanan biometrik pengenal wajah (face recognition), maka setiap kali menyalakan layar dalam keadaan ponsel terkunci, akan muncul efek cahaya yang bergerak di pinggiran notch atau area kamera depan sebagai penanda bahwa kamera depan ponsel ini sedang bekerja memindai wajah pengguna.

Demikian juga saat menggunakan fitur self timer untuk memotret dengan menggunakan kamera depan. Selain angka yang menghitung mundur, muncul animasi di pinggiran notch yang menunjukkan sisa waktu sebelum foto diambil.

Secara default Samsung Experience mengaktifkan pembagian Homescreen dan App Drawer. Namun bagi pengguna yang lebih suka untuk menampilkan seluruh aplikasi langsung pada Homescreen, tersedia plihan untuk melakukannya pada menu Setting> Display> Home Screen> Home Screen Layout. Selain itu di mode default Galaxy M10 juga tidak menampilkan tombol khusus untuk ke App Drawer, walau sejatinya kita bisa membuatnya tampil dengan mengakses Setting > Display > Home Screen > App Button tinggal dipilih dua menu yang tersedia, yakni Show Apps Button atau Hide Apps Button (default).

Untuk keamanan, selain fitur keamanan biometric berupa Face Recognintion yang telah diulas di atas, pada menu Setting > Biometrics and Security juga terdapat fasilitas keamanan lain, antara lain Google Play Protect, Find My Mobile, dan lain-lain.

Galaxy M10 juga sudah mengangkut sejumlah aplikasi bawaan yang cukup bermanfaat, seperti Samsung Max, Office Mobile, S LIME, Samsung Note, Samsung Members, dan sebagainya.


Kamera

Soal fitur fotografi, sejatinya antara Galaxy M10 dan Galaxy M20 tidak terlalu banyak berbeda, terutama untuk alat bidik utamanya yang terletak di belakang. Yup, seperti M20, di Galaxy M10 juga sudah tertancap dua sensor kamera masing-masing dengan resolusi 13 MP dengan aperture F/1.9 dan 5 MP yang didukung dengan lensa Ultra Wide untuk menghasilkan foto dengan sudut area pandang lebih luas. Untuk beralih antar kedua sensor ini cukup mudah, di mana kita hanya perlu menggeser switch bergambar pohon cemara, yang ada di sisi bawah viewfinder dalam orientasi portrait.

Untuk pilihan mode, Samsung menyediakan opsi Panorama, Pro, beauty, live focus, auto, stickers, dan continuous shot). Berbekal dua sensor kamera, pengguna dimungkinkan untuk mengambil foto bokeh dengan terlebih dahulu mengaktifkan fitur Live Focus. Sayangnya, efek bokeh yang dihasilkan tidak bisa diatur tingkat blur-nya, baik sebelum, apalagi sesudah foto diambil. Itupun jika objek utamanya berupa manusia, sementara jika objeknya selain manusia maka akan muncul keterangan ‘Couldn’t apply blur effect. No face detected atau dalam bahasa Indonesia tertulis “Tidak dapat menerapkan efek buram. Tidak ada wajah terdeteksi”.

Bicara hasil bidik, dengan berbagai unsur yang ditawarkan, kamera Galaxy M10 tidaklah mengecewakan ketika digunakan untuk menjepret momen. Gambar yang dihasilkan sangat bagus dengan tingkat kecerahan dan ketajaman yang cukup baik begitu dengan dan sajian warnanya yang tergolong alami. Ini untuk kamera belakang. Bagaimana dengan kamera depannya?

Yup, seperti tertulis di lembar spesifikasinya, smartphone ini datang dengan kamera depan beresolusi 5 MP, berbeda dengan Galaxy M20 yang resolusi kameranya sedikit lebih baik dengan 8 MP. Untuk kamera depan, Galaxy M10 menawarkan 3 pilihan mode, diantaranya Live Focus, Selfie dan Sticker. Fitur Live Focus pada kamera selfie pun masih sama dengan yang terjadi pada kamera utama.

Adapun untuk hasil bidik, bagi yang suka selfie, Galaxy M10 sudah menjawab kebutuhan untuk itu. Dengan sensor 5 MP, hasil jepretan kamera depan Galaxy M10 bisa dibilang tidak mengecewakan. Hasilnya bagus, meski tidak terlalu istimewa.


Samsung Exynos 7870 & RAM 2GB

Meski lebih dekat dengan Galaxy M20, namun dari sisi jeroan, khususnya dari spesifikasi pendukung kinerja, Galaxy M10 justru mirip seperti yang ditawarkan pada Galaxy A6 (2018). Dalam hal ini Galaxy M10 dipersenjatai dengan prosesor octa-core Exynos 7870 yang menawarkan kecepatan 1.6 GHz Cortex-A53. Sementara untuk kinerja grafisnya, Galaxy M10 juga didukung oleh GPU Mali-T830 yang juga diboyong oleh Galaxy A6. Perbedaan mungkin datang dari sektor memori, di mana Galaxy M10 hanya memiliki RAM 2GB dengan memori internal 16 GB, sementara Galaxy A6 dibekali RAM 3GB/32GB.

Meski spesifikasi penopang kinerja yang dibawa Galaxy M10 tidak terlalu wah, secara keseluruhan daya gedor smartphone ini tidak terlalu mengecewakan. Aktivitas-aktivitas seperti seperti browsing internet, akses jejaring sosial, hingga bermain game relatif berat masih bisa dinikmati di Galaxy M10 dengan lancar.

Bicara hasil benchmark, berdasarkan uji yang PULSA lakukan, skor yang diperoleh Galaxy M10 relatif standar. Didapati pada tes benchmark AnTuTu, Galaxy M10 mencetak skor memiliki skor 63581. Pun pada tes yang PULSA lakukan dengan menggunakan aplikasi Geekbench 4, di mana Galaxy M10 hanya mencetak skor 719 (single-core) dan 3593 (multi-core).

Bagaimana dengan baterainya? Di sektor penyuplai daya Galaxy M10 ditopang oleh baterai berkekuatan 3400 mAh. Untuk kinerjanya sendiri, ketika digunakan untuk bermain game Asphalt 8 Airborne, dalam waktu satu jam, daya baterai tersedot 16%. Sementara ketika digunakan untuk melakukan aktivitas lain seperti menonton video dengan format HD, dalam tempo waktu yang sama, daya baterai terkuras 9%.


Kesimpulan

Dari sisi harga smartphone ini memang cukup bersaing. Dalam hal ini, upaya Samsung menghadirkan Galaxy M10 yang notabene menyasar kalangan pengguna entry-level, sepertinya patut diapresiasi. Dengan harga jual di bawah Rp2 juta, toh Galaxy M10 sudah menjawab tren kekinian dengan mengusung apa yang disebutnya sebagai infinity-V display. Di sektor fotografi, Galaxy M10 juga sudah menawarkan fitur dual-camera belakang yang sejatinya bisa mengakomodasi pengguna yang suka menjepret gambar dengan efek blur.

Kendati demikian, mengingat saat ini bertebaran smartphone apik yang dari sisi harga juga cukup berdekatan, hal ini bisa saja mengganggu kiprah Galaxy M10 di pasar. Karena, bagi konsumen yang cermat, biasanya sebelum membeli sebuah smartphone, mereka kerap membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Dan bisa saja produk milik brand lain ternyata lebih sesuai selera, baik lantaran spesifikasinya yang lebih baik ataupun dari sisi harga yang ternyata lebih miring.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 13 Juni 2019 - 13:43 WIB

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy M40

Kamis, , 13 Juni 2019 - 11:19 WIB

Samsung Galaxy A70: Kasta Tertinggi Galaxy A

Selasa, , 28 Mei 2019 - 18:25 WIB

Rapor Vendor Smartphone Q1 2019

Telah dilihat : 105 kali

Kambing Naik Alphard